
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melanjutkan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap efisiensi belanja operasional pemerintah daerah.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan keputusan memperpanjang WFH mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Selain menjaga fleksibilitas kerja, skema tersebut disebut mampu menekan pengeluaran untuk kebutuhan operasional perkantoran.
Menurut Dedie, penghematan paling terlihat dari berkurangnya penggunaan sejumlah fasilitas kantor pada hari ketika ASN bekerja dari rumah. Penggunaan listrik, air hingga pendingin ruangan menjadi lebih rendah.
“Sama (diperpanjang). Skema WFH terbukti efektif dan memangkas biaya operasional kantor. Misalnya penghematan penggunaan AC, listrik dan air di hari Jumat mampu menghemat sekitar Rp1 miliar lebih per bulan untuk keseluruhan kantor Pemda,” ujar Dedie, Sabtu (8/8/2026).
Meski memberikan keuntungan dari sisi efisiensi anggaran, Pemkot Bogor tidak ingin penerapan WFH berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pelaksanaan kerja fleksibel tersebut tetap akan dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pemkot Bogor akan melihat sejauh mana WFH mampu diterapkan tanpa mengurangi produktivitas ASN maupun kualitas pelayanan publik.
Dedie mengatakan evaluasi secara menyeluruh telah diagendakan dalam waktu dekat. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan keberlanjutan serta pola penerapan WFH.
“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan pertengahan bulan Agustus ini dalam Rapat Kerja Pemerintah Daerah,” katanya.

