
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mulai menyusun langkah lanjutan untuk merevitalisasi kawasan eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor setelah proses pembongkaran kedua bangunan tersebut selesai dilakukan.
Sebelum proyek pembangunan dimulai, lahan akan dimanfaatkan sementara sebagai kantong parkir guna membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Suryakencana.
Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, mengatakan pemanfaatan sementara itu menjadi solusi atas tingginya kebutuhan lahan parkir, khususnya saat akhir pekan ketika jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bogor meningkat.
“Pasar dan Plaza Bogor itu kan sudah selesai proses pembongkaran. Kita sudah finalisasi. Sekarang sedang kita fungsikan sementara untuk menampung tempat parkir,” ujar Jenal, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, area eks Pasar Bogor akan digunakan sebagai lokasi parkir bus dan truk, sedangkan lahan eks Plaza Bogor disiapkan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Skema ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Suryakencana.
Menurut Jenal, pemanfaatan lahan sebagai area parkir hanya bersifat sementara hingga akhir Desember 2026. Setelah itu, Perumda PPJ akan memasuki tahapan pencarian investor melalui mekanisme beauty contest sebagai bagian dari proses revitalisasi.
“Nah, kami di Perumda sedang menyiapkan konsep untuk persiapan beauty contest. Setelah itu kita dapat investor baru, kemudian proses kerja sama untuk mulai revitalisasi,” katanya.
Konsep pengembangan kawasan mengacu pada kajian Highest and Best Use (HBU) yang telah disusun sejak 2022. Dalam rancangan tersebut, kawasan eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu atau mixed use yang memadukan fungsi perdagangan, gedung parkir, hotel, hingga convention hall.
“Di situ adalah gedung parkir yang harus mampu menampung banyak kendaraan, kemudian convention hall, pasar bersih, dan hotel untuk menunjang aktivitas convention hall. Jadi dibuat terintegrasi dengan bangunan-bangunan lain, tapi fungsi pasarnya tidak hilang,” jelasnya.
Selain menghadirkan berbagai fasilitas baru, kawasan tersebut juga dirancang memiliki konektivitas langsung dengan Kebun Raya Bogor melalui pembangunan skybridge. Kehadiran akses tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan sekaligus mendukung sektor pariwisata Kota Bogor.
Jenal menambahkan, kajian yang dilakukan konsultan menunjukkan bahwa lokasi eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor merupakan lahan strategis sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui konsep pengembangan multifungsi.
“Itu hasil kajian konsultan. Karena lahannya premium, kalau hanya fungsi pasar saja kurang optimal, sehingga harus di-mix use dengan fungsi-fungsi lain,” tuturnya.
Meski nantinya menghadirkan berbagai fungsi komersial, Jenal memastikan aktivitas pasar tetap menjadi bagian utama dari kawasan tersebut dan akan dikelola langsung oleh Perumda PPJ. Sementara pengelolaan hotel maupun convention hall dapat dilakukan melalui kerja sama dengan investor.
“Pengelolaan pasar bersih pasti dikelola oleh Perumda. Tapi untuk fungsi-fungsi lain kita bisa kerjasamakan dengan pihak ketiga,” pungkasnya.

