Dibuka September 2026, EIGER Nature Bogor Hadirkan Suspension Bridge hingga Forest Camp

Riky Iskandar
20 Agu 2026 12:13
News 0 75
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Kehadiran EIGER Nature di Bogor, tak hanya diarahkan menjadi destinasi wisata berbasis alam. Di balik pengembangannya, destinasi yang sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land itu juga membawa misi pemberdayaan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Menjelang dibuka untuk publik pada September 2026, EIGER memperkenalkan EIGER Nature dengan konsep ekowisata yang menggabungkan kelestarian lingkungan, budaya, manfaat ekonomi, serta pengalaman wisata.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan pengembangan kawasan tersebut telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja. Dari jumlah itu, sekitar 300 orang di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel, Kamis (20/8/2026).

Saat beroperasi, EIGER Nature diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan. Hal tersebut menjadi salah satu dampak sosial dan ekonomi yang ingin dihadirkan dari keberadaan destinasi tersebut.

Menurut Imanuel, pengembangan EIGER Nature tidak hanya berorientasi pada aktivitas pariwisata. Kawasan tersebut dibangun dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi.

Konsep itu kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yang meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Kerangka tersebut menjadi dasar dalam merancang kawasan sekaligus berbagai program dan pengalaman yang nantinya dinikmati pengunjung.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Selain pemberdayaan masyarakat, aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengembangan EIGER Nature.

EIGER mencatat telah menanam lebih dari 120.000 pohon dan sekitar 8 juta semak serta tanaman penutup tanah. Upaya tersebut dilengkapi dengan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga sistem pengelolaan sampah.

Komitmen keberlanjutan juga dirancang agar terus berjalan setelah destinasi beroperasi. EIGER Nature akan mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung program pelestarian alam, budaya, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah program konservasi, pengelolaan limbah, hingga gerakan 1 Ticket 1 Tree menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“eberadaan EIGER Nature diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman wisata bagi pengunjung, tetapi juga menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi kawasan dan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

Dari sisi pengalaman wisata, EIGER Nature menawarkan sejumlah aktivitas yang menggabungkan petualangan dengan interaksi terhadap alam.

Beberapa di antaranya yakni Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.

“Pengunjung juga dapat bermalam di kawasan Forest Camp yang menyediakan pilihan Camping Ground, Glamping, hingga Cabin,” ungkapnya.

Menariknya, pengalaman tersebut nantinya turut didukung teknologi digital. EIGER Nature menerapkan konsep paperless dan integrated experience melalui integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, serta transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Meski demikian, teknologi hanya ditempatkan sebagai pendukung agar aktivitas wisata lebih praktis dan terintegrasi.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” pungkasnya.

x
x