Turnamen Bola Voli HUT RI ke-81 di Sukamulya Rumpin Bogor, 10 Tim Berebut Prestasi

Abdul Halim
27 Agu 2026 04:24
Olahraga 0 52
3 menit membaca

Turnamen bola voli tingkat RW di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini melibatkan 10 tim peserta yang berasal dari delapan tim RT, serta tim dari pihak pemdes dan sponsor, sehingga nuansa kompetisi terasa sekaligus menjadi ruang pertemuan warga.

Panitia menegaskan turnamen ini tidak hanya bertujuan meramaikan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjaga persatuan di lingkungan RW 02. Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Bola Voli, Endang Bahri Komara alias Enduy, menyebut kegiatan disusun untuk menghadirkan silaturahmi, mendorong warga berolahraga, dan menghadirkan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Ikatan Pemuda Leuwiranji dan Karang Taruna Gelar Turnamen Bola Voli di Momen HUT ke 81 Kemerdekaan RI

Turnamen bola voli HUT RI ke-81 sebagai ajang silaturahmi warga

Enduy menjelaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Dalam praktiknya, turnamen menjadi sarana yang mempertemukan warga lintas kelompok, mulai dari RT yang berbeda hingga pihak-pihak pendukung seperti tim pemdes dan sponsor. Dengan format pertandingan antar tim, warga dapat menyalurkan semangat kompetisi secara sehat, sambil tetap menjaga kekompakan.

Ia juga menekankan bahwa pengisian kemerdekaan tidak selalu identik dengan kegiatan seremonial. Untuk konteks setempat, olahraga dianggap cara yang relevan karena memberi dampak langsung pada kesehatan dan kebugaran. Ketika warga terlibat sebagai pemain maupun penonton, interaksi sosial yang biasanya terbatas oleh rutinitas harian bisa kembali menguat.

Peserta 10 tim, dibagi dua grup, dari RT hingga dukungan pemdes

Kompetisi diikuti 10 tim yang dibagi menjadi dua grup. Pembagian grup ini membuat setiap tim memiliki kesempatan bertanding sesuai jadwal penyisihan, sebelum kemudian berlanjut ke pertandingan berikutnya. Komposisi peserta juga menunjukkan adanya keterlibatan komunitas yang lebih luas: delapan tim berasal dari RT, sedangkan sisanya melibatkan tim dari pemdes dan sponsor.

Keikutsertaan tim pemdes dan sponsor memberi warna tersendiri, karena memperlihatkan dukungan terhadap aktivitas kepemudaan dan warga. Dukungan tersebut tidak berhenti pada pendanaan atau fasilitas, tetapi juga menjadi sinyal bahwa kegiatan olahraga di tingkat lingkungan mendapat perhatian. Pada akhirnya, keterlibatan berbagai unsur dapat memperkuat rasa memiliki terhadap kegiatan yang berlangsung.

Turnamen bola voli tingkat RW yang digelar Ikatan Pemuda Leuwiranji dan Karang Taruna.

Inisiatif pemuda dan Karang Taruna, dukungan Muspides

Enduy menyampaikan bahwa turnamen ini diinisiasi oleh pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Leuwiranji (IPL) bersama Karang Taruna. Kolaborasi dua kelompok kepemudaan tersebut penting karena biasanya menjadi penggerak utama kegiatan berbasis komunitas, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan hari pertandingan.

Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari pemerintah desa serta jajaran Muspides. Dukungan semacam ini lazim dibutuhkan untuk memastikan kelancaran teknis, mulai dari koordinasi administratif hingga penguatan aspek keselamatan dan ketertiban selama acara berlangsung. Dengan dukungan tersebut, panitia dapat fokus pada penyelenggaraan pertandingan dan pengelolaan peserta.

Harapan panitia: lahir bibit pemain berprestasi dari Sukamulya

Panitia berharap turnamen ini tidak berhenti pada euforia pertandingan. Enduy menyatakan keinginan agar dari kegiatan tersebut muncul bibit-bibit pemain bola voli yang mampu berprestasi dan membawa nama Desa Sukamulya. Harapan ini sejalan dengan logika pengembangan olahraga di level komunitas, yaitu memberi ruang latihan dan kompetisi yang berkelanjutan bagi warga usia muda.

Jika lingkungan menyediakan wadah yang rutin, talenta biasanya lebih mudah terpetakan. Kompetisi antar tim RT dan dukungan dari pihak desa dapat menjadi pijakan untuk pembinaan yang lebih terarah. Dengan demikian, turnamen HUT RI ke-81 dapat dipandang sebagai langkah awal membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berorientasi pada peningkatan kemampuan.

Apresiasi aparat, kegiatan dinilai positif dan lebih aman bagi warga

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Aipda Asep Rohmat Mulyana, turut hadir. Ia menyampaikan apresiasi terhadap turnamen sebagai kegiatan yang positif, karena selain mendukung kesehatan dan kekompakan warga, juga dinilai lebih aman dari potensi gangguan keamanan.

Menurutnya, aktivitas yang terarah dan melibatkan banyak warga cenderung mengurangi ruang bagi perilaku yang berpotensi menimbulkan masalah. Kehadiran aparat juga memberi rasa tenang bagi peserta dan penonton, sehingga pertandingan dapat berjalan dengan tertib. Pada akhirnya, turnamen menjadi contoh bahwa perayaan kemerdekaan bisa diwujudkan melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.

x
x