
INFOPANTULAN.COM – Penutupan pendakian Gunung Gede Pangrango diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini diambil setelah kebakaran melanda sejumlah titik di kawasan gunung tersebut, sementara proses penanganan pascakebakaran masih berlangsung.
Penutupan ini diumumkan oleh Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, pada Senin 31 Agustus 2026. Menurutnya, masih ada potensi kebakaran hutan di area Gunung Gede Pangrango, sehingga kegiatan pendakian harus dihentikan sementara untuk menjaga keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, serta penggiat alam bebas.
Agus Deni menegaskan bahwa penutupan tidak bersifat sementara dengan tanggal pasti, melainkan mengikuti kondisi lapangan. Fokus utamanya adalah pencegahan kebakaran selama musim kemarau, karena kondisi kering dapat mempercepat penyalaan ulang di titik-titik yang telah terbakar atau area yang masih menyimpan risiko.
Selain aspek kebakaran, pengelola juga perlu memastikan keamanan jalur dan kondisi kawasan yang terdampak. Kebakaran di lereng gunung kerap meninggalkan perubahan pada vegetasi, kestabilan jalur, serta potensi munculnya titik panas atau gas yang perlu dipantau. Karena itu, aturan penutupan menjadi bagian dari manajemen risiko yang lebih menyeluruh, bukan sekadar menghentikan akses sementara.
Petugas gabungan melaporkan bahwa kondisi kawasan mulai membaik. Kepulan asap di area kawah Wadon tidak lagi tampak, dan titik api di lokasi lain juga tidak terlihat. Meski demikian, pengelola tetap melakukan monitoring karena dinamika pascakebakaran pada kawasan gunung api dapat berubah mengikuti cuaca, kelembapan, dan kondisi permukaan.
Balai Besar TNGGP bersama Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM melakukan pemantauan dan evaluasi pada 25 hingga 26 Agustus 2026. Pemantauan mencakup pengukuran konsentrasi gas menggunakan dragger di sejumlah titik tembusan gas Kawah Wadon, serta pengamatan kondisi lapangan melalui drone termal.
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Gede saat ini tidak menunjukkan peningkatan vulkanik berdasarkan parameter yang diamati. Dari sisi kegempaan, gempa yang terekam selama periode Agustus 2026 didominasi oleh gempa tektonik, yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai aktivitas gunung.
Agus Deni menjelaskan bahwa PVMBG menilai kemungkinan munculnya titik kawah baru atau retakan baru yang menghasilkan panas dalam skala signifikan relatif kecil. Pada gunung api, jika terjadi pergerakan magma melalui retakan atau zona batuan yang lemah, umumnya akan diikuti peningkatan aktivitas kegempaan. Hingga saat ini, peningkatan tersebut belum teramati.
Secara visual, Kawah Wadon masih terlihat mengeluarkan asap, yang dinilai wajar karena kawah tersebut merupakan bagian dari sistem gunung api yang masih aktif. Sementara itu, hasil drone termal mencatat suhu sekitar 153 derajat celsius di Kawah Wadon, 55 derajat celsius di area hutan mati, dan 66 derajat celsius di area kawah baru. Tidak ditemukan kenaikan suhu yang signifikan pada area-area tersebut.
Pengukuran konsentrasi gas dilakukan pada tiga titik di sekitar area tembusan gas Kawah Wadon. Tim memastikan titik-titik panas yang teramati setelah kejadian kebakaran berkaitan dengan tembusan gas lama yang telah ada sebelum kebakaran, bukan tembusan gas baru.
Meskipun hasil pengukuran gas tidak menunjukkan indikasi peningkatan aktivitas Gunung Gede berdasarkan parameter yang diamati, pengelola mengingatkan keberadaan gas vulkanik tetap harus diwaspadai, terutama pada lokasi dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam konteks keselamatan, masker biasa umumnya digunakan untuk membantu perlindungan dari paparan abu vulkanik, tetapi tidak memadai sebagai perlindungan terhadap gas beracun pada konsentrasi tinggi. Perlindungan untuk kondisi gas dengan konsentrasi tinggi membutuhkan peralatan khusus sesuai standar keselamatan.
Balai Besar TNGGP menegaskan Kawah Wadon tidak diperuntukkan bagi aktivitas pendakian. Masyarakat dan pendaki diminta mematuhi ketentuan serta arahan petugas di lapangan, termasuk tidak mendekati area kawah maupun titik-titik yang berpotensi memiliki paparan gas vulkanik.
Untuk calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan pendakian pada tanggal 1 September 2026 dan seterusnya, pengelola membuka kesempatan pengajuan refund. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian karena jadwal pendakian tidak bisa dipastikan menyesuaikan kondisi kawasan pascakebakaran.
Pengelola juga menyampaikan bahwa kejadian kebakaran telah tertangani, namun pemantauan kondisi kawasan dan aktivitas Gunung Gede tetap akan berlanjut. Koordinasi berkelanjutan akan dilakukan bersama PVMBG apabila ditemukan perubahan atau anomali. Selain pemantauan aktivitas vulkanik, evaluasi terhadap jalur dan titik-titik evakuasi juga akan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan dan keselamatan di lapangan.

