
INFOPANTULAN.COM – Pendaftaran program SMK Go Global Gelombang 3 dibuka mulai 1 hingga 11 September 2026 di 20 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di berbagai wilayah. Program ini menyiapkan peserta agar memiliki kesiapan bekerja di luar negeri melalui pelatihan yang diselenggarakan secara gratis, termasuk dukungan selama masa pendidikan.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menjelaskan bahwa gelombang ketiga merupakan kelanjutan dari pendaftaran sebelumnya. Menurutnya, pada Gelombang 1 dan 2 tercatat 14.523 pendaftar, namun yang akhirnya mengikuti pelatihan sebanyak 3.340 peserta yang terbagi dalam 167 kelas di 20 BP3MI.
Gelombang 3 dibuka pada 1-11 September 2026. Christina menegaskan pendaftaran disalurkan melalui 20 BP3MI yang tersebar di sejumlah wilayah, sehingga calon peserta dapat mengakses informasi dan tahapan pendaftaran sesuai domisili atau lokasi layanan balai terdekat.
Ia juga mengingatkan agar calon pendaftar mengecek informasi resmi mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran melalui kanal media sosial Kementerian P2MI maupun BP3MI setempat. Dengan cara itu, peserta dapat memahami alur seleksi sejak awal dan menghindari kekeliruan ekspektasi terhadap tujuan program.
SMK Go Global dirancang sebagai program persiapan kerja ke luar negeri yang lebih terarah dan terukur. Pelatihannya dilakukan secara tatap muka dengan dua skema, yaitu boarding dan non-boarding, disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi peserta.
Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah. Selama mengikuti program, peserta juga memperoleh makan tiga kali sehari. Skema dukungan ini dinilai penting karena membantu peserta fokus pada proses pelatihan, bukan terbebani biaya hidup selama masa persiapan berlangsung.
Selain itu, peserta mendapatkan uang saku yang diberikan setelah menyelesaikan program pelatihan. Christina menegaskan kebijakan tersebut diterapkan agar peserta mengikuti program hingga tuntas, bukan hanya menjalani beberapa hari lalu berhenti.
Christina menyebutkan syarat paling utama adalah kesediaan peserta untuk bekerja di luar negeri. Ia menyoroti bahwa pada batch sebelumnya, sejumlah pendaftar ternyata belum memahami bahwa program ini memang diarahkan untuk mempersiapkan peserta agar siap bekerja di luar negeri, bukan sekadar meningkatkan keterampilan tanpa rencana penempatan kerja.
Ia menjelaskan ada pendaftar yang melihat program sebagai kesempatan upskilling yang bermanfaat, tetapi tanpa intensi untuk bekerja di luar negeri. Dalam kondisi seperti itu, peserta dinyatakan gugur karena program menuntut komitmen untuk melanjutkan proses hingga tahap kerja di negara tujuan.
Di luar kesediaan bekerja, peserta juga perlu mendapatkan izin dari orang tua, wali, suami, atau istri. Ketentuan ini dimaksudkan agar peserta dan keluarga benar-benar siap secara mental sebelum menjalani rangkaian persiapan kerja ke luar negeri.
Christina menegaskan bahwa SMK Go Global tidak dibatasi hanya bagi lulusan SMK. Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk lulusan D3, S1, hingga S2, selama memiliki aspirasi untuk bekerja ke luar negeri.
Dengan membuka akses yang lebih luas, pemerintah berupaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan proses persiapan yang lebih aman dan profesional. Calon peserta disarankan membaca seluruh persyaratan secara rinci sebelum mendaftar agar sesuai dengan tujuan program dan tidak kehilangan kesempatan karena ketidaksesuaian komitmen.
Untuk pendaftaran Gelombang 3, calon peserta dapat menyiapkan dokumen dan memastikan kesiapan mengikuti pelatihan secara penuh. Jadwal 1-11 September 2026 memberi ruang bagi pendaftar untuk melengkapi tahapan, namun tetap perlu ketelitian agar proses seleksi berjalan lancar.

