Bupati Bogor Atur Tiga Sif Petugas Kebakaran TPAS Galuga

Abdul Halim
13 Sep 2026 23:10
Peristiwa 0 35
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sistem kerja bergilir untuk menjaga kondisi fisik petugas yang menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Kebakaran yang berlangsung hingga hari kedelapan ini terus dipantau selama 24 jam, sehingga kebutuhan pemulihan tenaga menjadi perhatian utama.

Memasuki Senin, 14 September 2026 dini hari, Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa petugas dibagi dalam tiga sif agar jam kerja tetap terukur, yakni sekitar 7 sampai 8 jam per hari, meski penanganan berlangsung sepanjang hari. Langkah itu diambil untuk mencegah kelelahan berlebihan sekaligus memastikan respons pemadaman tetap cepat ketika situasi berubah.

Petugas dibagi tiga sif agar tetap prima saat berjibaku 24 jam

Rudy Susmanto menegaskan, sistem gilir yang diterapkan bertujuan menjaga kondisi personel. Dengan pembagian tiga sif, petugas tetap bisa bekerja maksimal tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan akibat kelelahan. Menurutnya, petugas memang bekerja dalam durasi panjang karena kebakaran membutuhkan penanganan terus-menerus, tetapi ritme kerja perlu diatur agar tetap aman dan efektif.

Ia menggambarkan bahwa walaupun penanganan berlangsung 24 jam, pembagian sif membuat setiap petugas tidak terus menerus berada di lapangan dalam satu rentang waktu yang terlalu panjang. Ini menjadi bagian dari pengelolaan operasional di lokasi, mengingat tantangan lapangan dan kebutuhan pemadaman yang tidak selalu seragam dari waktu ke waktu.

Patroli diperkuat di sekitar TPAS Galuga untuk cegah api baru

Selain mengatur jadwal petugas, Pemkab Bogor mulai memperkuat patroli di area sekitar TPAS Galuga. Tim patroli bertugas memantau wilayah yang sebelumnya sudah berhasil dikendalikan, sehingga potensi munculnya titik api maupun asap baru bisa terdeteksi lebih awal.

Dalam patroli tersebut, Satpol PP dilibatkan sebagai salah satu unsur yang memonitor kawasan. Jika petugas menemukan indikasi potensi kebakaran, informasi akan segera disampaikan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Rudy menyebut penyiapan tim patroli sudah dimulai sejak hari sebelumnya, dengan cakupan pemantauan di sekeliling wilayah yang memiliki risiko.

Kawasan luas lebih dari 40 hektare, medan membatasi akses kendaraan

Rudy Susmanto juga menyoroti luasnya area TPAS Galuga beserta sekitarnya. Ia menyebut kawasan tersebut mencapai lebih dari 40 hektare, sehingga pengawasan dan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu titik pantau saja. Tantangan koordinasi menjadi lebih besar karena area yang harus dimonitor cukup luas.

Di sisi lain, kondisi medan turut memengaruhi cara kerja di lapangan. Pada sejumlah titik, kendaraan tidak dapat masuk, termasuk mobil dan motor. Hanya alat berat yang bisa menjangkau area tertentu, sedangkan petugas harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan. Kondisi ini membuat kebugaran fisik petugas menjadi faktor yang menentukan efektivitas operasi.

Pengawasan aktivitas pembakaran jerami, petugas berjaga 24 jam

Pemkab Bogor juga meningkatkan pengawasan di lahan pertanian yang berada di sekitar TPAS Galuga. Penguatan penjagaan dilakukan menyusul adanya aktivitas masyarakat yang membakar jerami di area pertanian, yang berpotensi memicu kebakaran dan merambat ke wilayah sekitar.

Rudy menjelaskan bahwa petugas ditempatkan untuk berjaga selama 24 jam di titik yang sebelumnya menjadi lokasi pembakaran jerami. Ia menyebut penempatan personel difokuskan pada wilayah lahan pertanian di bagian bawah area tersebut, dengan tujuan memastikan bila muncul aktivitas pembakaran atau sumber api baru, tim segera merespons.

Rudy menegaskan bahwa cuaca yang sangat kering membuat potensi sumber api baru harus diantisipasi secara serius. Walaupun tidak ada pembakaran sampah, jika terdeteksi potensi sumber api di sekitar wilayah, tim yang berjaga akan melaporkan temuan kepada petugas gabungan agar pemadaman bisa dilakukan secepatnya.

x
x