google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sistem kerja bergilir untuk menjaga kondisi fisik petugas yang menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Kebakaran yang berlangsung hingga hari kedelapan ini terus dipantau selama 24 jam, sehingga kebutuhan pemulihan tenaga menjadi perhatian utama.
Memasuki Senin, 14 September 2026 dini hari, Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa petugas dibagi dalam tiga sif agar jam kerja tetap terukur, yakni sekitar 7 sampai 8 jam per hari, meski penanganan berlangsung sepanjang hari. Langkah itu diambil untuk mencegah kelelahan berlebihan sekaligus memastikan respons pemadaman tetap cepat ketika situasi berubah.
Rudy Susmanto menegaskan, sistem gilir yang diterapkan bertujuan menjaga kondisi personel. Dengan pembagian tiga sif, petugas tetap bisa bekerja maksimal tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan akibat kelelahan. Menurutnya, petugas memang bekerja dalam durasi panjang karena kebakaran membutuhkan penanganan terus-menerus, tetapi ritme kerja perlu diatur agar tetap aman dan efektif.
Ia menggambarkan bahwa walaupun penanganan berlangsung 24 jam, pembagian sif membuat setiap petugas tidak terus menerus berada di lapangan dalam satu rentang waktu yang terlalu panjang. Ini menjadi bagian dari pengelolaan operasional di lokasi, mengingat tantangan lapangan dan kebutuhan pemadaman yang tidak selalu seragam dari waktu ke waktu.


Tidak ada komentar