
INFOPANTULAN.COM – Tumpukan sampah di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, akan diarahkan untuk beralih fungsi menjadi fasilitas penghasil energi listrik. Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Galuga ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari dengan potensi produksi listrik 15 hingga 40 megawatt (MW).
Energi yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah tersebut direncanakan masuk ke skema distribusi melalui PLN, sebagai penyalur ke wilayah sekitar, terutama kawasan Bogor Barat. Dengan kapasitas tersebut, Galuga diposisikan sebagai bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah yang selama ini dominan berhenti di tahap penampungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa PSEL dirancang menjadikan sampah sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan energi listrik. Dalam rancangan kapasitasnya, fasilitas ini menampung aliran sampah sekitar 1.500 ton per hari, lalu mengonversinya menjadi listrik dengan rentang produksi 15 sampai 40 MW.
Perubahan fungsi ini penting karena TPA tidak lagi dipandang semata sebagai tempat akhir pembuangan. Transformasi menuju sistem pengolahan berbasis teknologi memberi arah baru pada pengelolaan sampah, termasuk upaya mengurangi penumpukan yang berlarut serta menekan dampak lingkungan yang dapat muncul dari tumpukan sampah.
Angka 1.500 ton per hari menjadi parameter kunci dalam perencanaan PSEL Galuga. Kapasitas tersebut disusun agar fasilitas mampu menangani volume sampah harian sekaligus memanfaatkan tumpukan yang sudah berada di lokasi. Dengan demikian, fasilitas tidak hanya bekerja sebagai unit pengolahan sampah baru, tetapi juga berperan untuk mengelola material yang selama ini menumpuk di area TPA.
Teuku Mulya menyebutkan bahwa dari 1.500 ton sampah, PSEL berpotensi menghasilkan listrik 15 hingga 40 MW. Rentang angka ini menunjukkan adanya variasi keluaran yang umumnya dipengaruhi karakteristik sampah dan parameter operasional, namun target besarnya tetap diarahkan untuk menghasilkan pasokan listrik yang bisa dimanfaatkan melalui mekanisme distribusi PLN.
Dalam rencana pemanfaatan energinya, listrik yang dihasilkan akan mengikuti mekanisme distribusi PLN. Teuku menekankan bahwa pihak PLN berperan dalam penyaluran energi tersebut ke wilayah-wilayah sekitar, khususnya Bogor Barat. Istilah off-taker dalam konteks ini menggambarkan peran penerima dan pengelola aliran energi agar dapat masuk ke jaringan distribusi yang tersedia.
Secara praktis, pendekatan ini memperjelas bahwa proyek PSEL tidak berhenti pada proses pengolahan, tetapi juga menempatkan aspek hilirisasi energi sebagai bagian dari tujuan. Dengan adanya skema penyaluran, energi listrik yang dihasilkan diharapkan dapat menambah pasokan untuk kebutuhan di sekitar Kabupaten Bogor.
Teuku Mulya menambahkan bahwa pasokan bahan baku PSEL tidak hanya berasal dari produksi sampah harian Kabupaten Bogor. Tumpukan sampah yang selama ini berada di kawasan Galuga juga akan turut dimasukkan sebagai bagian dari upaya pengolahan melalui fasilitas tersebut.
Ia menjelaskan bahwa produksi sampah per hari akan berjalan bersamaan dengan pengelolaan tumpukan yang sudah ada. Sampah-sampah tersebut kemudian diarahkan untuk diolah melalui mekanisme PSEL, sehingga proses pengelolaan di TPA tidak berhenti pada penumpukan, melainkan bergerak menuju pengolahan yang menghasilkan energi.
Pembangunan PSEL Galuga diproyeksikan memasuki tahap groundbreaking pada 17 September 2026. Pemkab Bogor menyiapkan berbagai dukungan agar pelaksanaan proyek berjalan aman dan terkendali, termasuk aspek keamanan serta pengaturan lalu lintas di sekitar area pembangunan.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada kondisi kawasan Galuga pascakebakaran sampah. Teuku menyampaikan bahwa kondisi saat ini dinilai kondusif dan pihaknya siap melaksanakan groundbreaking pembangunan PSEL. Dengan persiapan tersebut, proyek diharapkan dapat berjalan tanpa mengganggu stabilitas operasional kawasan dan tetap menjaga kepatuhan pada aspek lingkungan selama masa transisi.
Kehadiran PSEL di Galuga diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Bogor untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Proyek ini membawa dua arah manfaat sekaligus, yaitu pengolahan sampah yang lebih terstruktur dan produksi energi listrik yang dapat dimanfaatkan melalui jaringan distribusi PLN.

