Pendinginan TPAS Galuga hari ke-12, Damkar gunakan drone thermal

Abdul Halim
18 Sep 2026 13:27
Peristiwa 0 38
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Petugas gabungan masih melanjutkan proses pendinginan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Memasuki hari ke-12 penanganan pada Jumat, 18 September 2026, fokus kerja diarahkan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kemunculan api kembali. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah titik area penanganan, termasuk lokasi yang sebelumnya terpantau mengeluarkan asap.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Irwanto, menjelaskan bahwa pendinginan dilakukan terus menerus mengikuti arahan pimpinan. Kata kunci yang menonjol pada fase saat ini adalah pemetaan titik panas, karena tidak semua sumber panas terlihat dari permukaan. Karena itu, tim mengandalkan kombinasi peralatan mekanis dan pemantauan jarak jauh untuk menekan risiko bara hidup.

Pendinginan TPAS Galuga hari ke-12, fokus cegah bara kembali

Memasuki hari ke-12, kerja petugas tidak hanya berhenti pada penanganan awal, melainkan diperluas ke titik-titik yang dinilai masih menyimpan panas. Irwanto menyebut proses pendinginan dilakukan secara terus menerus, sesuai perintah Bupati, sehingga setiap pergeseran lokasi tetap mempertimbangkan kondisi terakhir hasil pemantauan.

Pada tahap ini, petugas menyasar area yang berpotensi menyimpan bara. Targetnya sederhana, tetapi menuntut ketelitian tinggi, yaitu memastikan kawasan benar-benar dalam kondisi dingin. Kondisi di TPAS yang kompleks membuat tim perlu membaca perubahan di beberapa titik secara bergantian, termasuk area yang sempat menunjukkan indikasi asap.

Drone thermal bantu deteksi titik panas yang tak terlihat dari permukaan

Salah satu dukungan penting datang dari pemanfaatan drone thermal milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Irwanto menjelaskan bahwa drone thermal digunakan untuk menunjukkan titik panas yang tidak terlihat dari permukaan. Ia menyoroti bahwa dari tampak luar, kadang tidak ada asap, tetapi ada indikasi panas di bawahnya. Informasi semacam ini menjadi acuan langsung bagi tim untuk menentukan titik mana yang harus segera disiram dan didinginkan.

Dengan bantuan drone, petugas dapat mengurangi kemungkinan terlewatnya sumber panas. Setelah titik teridentifikasi, tim kemudian mengarahkan penanganan ke lokasi tersebut, sehingga proses pendinginan tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga terukur mengikuti data pemantauan.

Peralatan beko, water supply, dan selang menjangkau titik sulit

Irwanto juga menyampaikan bahwa pendinginan dilakukan menggunakan dukungan sejumlah peralatan, mulai dari beko, tim water supply, hingga jaringan selang yang bisa menjangkau kawasan penanganan. Kombinasi ini berperan penting karena tidak semua titik dapat dijangkau dengan cara yang sama. Area TPAS memiliki kontur dan kondisi yang beragam, sehingga penggunaan jaringan selang membantu distribusi air ke titik-titik tertentu.

Di sisi lain, beko digunakan untuk membantu pekerjaan di lokasi, termasuk pada area yang membutuhkan penataan atau akses agar penyiraman bisa lebih efektif. Sementara itu, water supply berperan memastikan suplai air tersedia secara memadai selama proses pendinginan berlangsung.

Penanganan bergerak dari area P3 ke P4, pemerataan pendinginan dilakukan

Hasil pemantauan menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan lokasi yang harus segera ditangani. Salah satu contoh yang disebutkan Irwanto adalah titik asap yang ditemukan di area P3. Indikasi tersebut kemudian ditangani oleh tim Damkar bersama BPBD, sebelum petugas bergerak ke area P4.

Di area P4, fokusnya diarahkan pada pemerataan pendinginan. Irwanto menyatakan bahwa langkah ini dilakukan agar kondisi seterusnya lebih stabil dan tidak muncul titik panas lagi. Pergeseran antararea menandakan bahwa pemantauan tidak berhenti pada satu titik, melainkan mengikuti dinamika panas yang terdeteksi.

Target penanganan hingga 29 September 2026, hujan diharapkan bantu proses

Irwanto memastikan kondisi kawasan TPAS Galuga saat ini terkendali. Meski demikian, proses pendinginan tetap dilanjutkan sampai seluruh kawasan benar-benar berada pada kondisi dingin. Berdasarkan arahan pimpinan, penanganan dan pendinginan direncanakan berlangsung hingga 29 September 2026.

Ia juga menilai turunnya hujan akan membantu proses pendinginan, terutama untuk membasahi area-area yang sulit dijangkau petugas. Irwanto menyampaikan harapan agar hujan segera turun. Ia menyebut bahwa salat Istisqa juga telah dilaksanakan, dan doa tersebut ditujukan agar permohonan warga terkabul.

x
x