
INFOPANTULAN.COM – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor tengah menjalankan revitalisasi taman di kawasan Tugu Narkoba yang berada di Simpangan Jalan Sholeh Iskandar dan Jalan KS Tubun. Proyek penataan ini menelan anggaran Rp400 juta, dengan target pembaruan tampilan taman agar lebih rapi dan menarik bagi warga maupun wisatawan yang melintas.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan pengerjaan revitalisasi telah dimulai sejak awal September 2026. Fokus pembenahan berada pada area taman, sementara struktur bangunan Tugu Narkoba tidak diubah, sehingga identitas kawasan tetap terjaga.
Menurut Chusnul, proses pengerjaan dilakukan dengan merombak dan mengganti seluruh tanaman di area taman. Perubahan dilakukan pada elemen hijau dan tata visualnya, bukan pada bangunan utama. Ia menegaskan pembenahan yang dilakukan hanya menyasar bagian tamannya, sedangkan tugunya tidak ikut mengalami perubahan bentuk atau konstruksi.
Pendekatan ini penting karena Tugu Narkoba berfungsi sebagai penanda kawasan. Dengan tidak mengubah bangunan, pemerintah kota menjaga konsistensi landmark yang sudah dikenal masyarakat, sekaligus memperbarui kualitas lingkungan sekitarnya melalui penataan vegetasi.
Chusnul menyebut alasan pemilihan lokasi, yakni Tugu Narkoba merupakan salah satu landmark pintu masuk Kota Bogor dari arah Jalan KS Tubun maupun akses Jalan Tol BORR. Artinya, kawasan ini menjadi titik pandang awal bagi orang yang masuk ke Kota Bogor, baik dari kendaraan pribadi maupun arus wisata.
Dengan revitalisasi, pemerintah kota ingin menciptakan kesan pertama yang lebih baik. Penataan taman diproyeksikan membuat area sekitar tugu terlihat lebih segar dan sedap dipandang, sehingga citra kawasan tidak terkesan kurang terawat.
Dalam rencana penataan, taman nantinya akan diisi beragam tanaman hias dengan nuansa warna segar. Penggantian tanaman ini diharapkan mampu mempercantik area dan membuat pemandangan di sekitar tugu lebih hidup.
Karakter tanaman yang dipilih akan menjadi faktor penentu kenyamanan visual, terutama karena lokasi tersebut berada pada jalur yang cukup sering dilewati. Pergantian vegetasi juga biasanya berdampak pada kualitas estetika jangka menengah, selama perawatannya berjalan sesuai jadwal.
Selain kawasan Tugu Narkoba, Disperumkim juga melakukan penataan di area bawah tol layang Jalan Sholeh Iskandar yang berada di sekitarnya. Penataan di ruang-ruang tepi atau area yang berdekatan dengan infrastruktur transportasi kerap menjadi tantangan karena kebutuhan perawatan rutin dan penataan yang harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Chusnul menilai langkah ini selaras dengan fungsi kawasan sebagai pintu masuk. Dengan tampilan lingkungan yang lebih rapi, orang yang masuk ke Kota Bogor dapat melihat pemandangan yang lebih cantik, bukan kondisi yang kurang sedap dipandang.
Mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini, Chusnul mengimbau seluruh elemen masyarakat agar ikut merawat fasilitas yang ada. Ia menekankan bahwa taman dan elemen pendukungnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi warga agar kualitasnya tetap terjaga.
Chusnul juga mengingatkan agar tidak melakukan vandalisme. Jika menemukan tindakan perusakan, ia meminta masyarakat untuk menegur atau melaporkan langsung, agar keindahan taman tidak dirusak dan manfaat revitalisasi tetap bisa dirasakan oleh pengguna jalan maupun warga sekitar.

