
INFOPANTULAN.COM – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, terus dikebut petugas gabungan. Hingga saat ini, kondisi di lapangan disebut aman dan terkendali, namun personel Pemadam Kebakaran (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berjaga selama 24 jam untuk mencegah titik panas muncul kembali.
Peristiwa kebakaran tersebut mulai terjadi pada 7 September, dan petugas Damkar telah berada di lokasi sejak hari pertama. Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Sektor Citeureup, Hendi, menjelaskan pemantauan dilakukan secara berlapis, termasuk pengecekan visual serta penggunaan drone termal untuk mendeteksi sisa panas di area TPA Galuga. Masa darurat ditargetkan berakhir pada 29 September.
Menurut Hendi, update kondisi terbaru menunjukkan area sudah dalam keadaan aman. Secara kasat mata, kondisi di sekitar lokasi kebakaran disebut sudah basah atau lembab, sehingga peluang terjadinya kebakaran ulang dinilai sangat kecil. Meski begitu, ia menegaskan faktor alam dapat mengubah kondisi, sehingga pengawasan tidak boleh berhenti terlalu cepat.
Di lokasi, fokus utama petugas adalah mencari kemungkinan titik panas yang mungkin masih tersisa di sejumlah titik di dalam kawasan TPA. Titik panas seperti ini kerap menjadi pemicu kebakaran susulan karena panas yang tertahan di area tertentu bisa kembali aktif ketika kondisi lingkungan berubah.
Pemantauan tidak hanya mengandalkan pemeriksaan langsung. Hendi menyebutkan petugas masih menggunakan drone termal untuk mendeteksi keberadaan titik panas. Dengan pemindaian termal, petugas dapat mengetahui area mana yang masih menyimpan panas sehingga tindakan lanjutan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih terarah.
Ia menambahkan bahwa pemantauan melalui drone termal bertujuan memastikan apakah masih ada titik panas yang belum teridentifikasi secara visual, sekaligus memetakan kemungkinan lokasi panas berada. Cara ini membantu petugas mengurangi risiko kebakaran ulang sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Hendi mengungkapkan bahwa tim Damkar sudah menjalankan tugas sejak awal kejadian kebakaran pada 7 September. Hingga hari-hari setelahnya, personel bersama unsur terkait tetap melakukan penjagaan dan pemantauan di kawasan TPA Galuga. Penjadwalan siaga selama 24 jam menjadi bagian dari prosedur kesiapsiagaan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Ia menyatakan bahwa untuk tugas Damkar, pihaknya bertugas dari hari pertama, mulai tanggal 7 September sampai saat ini. Kegiatan di lapangan tidak berhenti pada penanganan api, tetapi juga mencakup pengawasan lanjutan agar tidak terjadi penyalaan ulang pada titik yang masih menyimpan panas.
Kesiapsiagaan petugas di TPA Galuga berdampak langsung pada kenyamanan warga di Kabupaten Bogor. Saat kondisi kebakaran masih berada pada fase pemantauan, potensi gangguan seperti kepulan asap, bau yang mengganggu, hingga peningkatan risiko kebakaran susulan menjadi perhatian. Dengan pengawasan intensif, petugas berupaya menjaga agar kondisi lingkungan tetap terkendali.
Selain itu, keberadaan personel Damkar dan BPBD yang berjaga memungkinkan respons cepat bila ditemukan indikasi titik panas kembali aktif. Dengan begitu, potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat sekitar lokasi dapat ditekan, sementara proses pemulihan area tetap berjalan sesuai kebutuhan penanganan.
Dalam menjalankan tugasnya, personel Damkar disebut harus meninggalkan keluarga untuk menjalankan pengamanan dan pemantauan selama 24 jam di lokasi. Hendi menuturkan bahwa kebutuhan sehari-hari personel selama bertugas telah disiapkan, sehingga aktivitas pemantauan dapat tetap berjalan tanpa mengganggu kesiapan tim.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap para petugas yang masih berada di lapangan. Dukungan seperti penyediaan kebutuhan operasional membantu menjaga stamina dan konsistensi pengawasan hingga masa darurat berakhir.
Petugas gabungan akan terus menjalankan pemantauan dan kesiapsiagaan sampai masa darurat berakhir pada 29 September. Harapannya, kondisi di TPA Galuga dan wilayah Kabupaten Bogor secara umum tetap kondusif, tanpa munculnya titik panas baru yang dapat memicu kejadian serupa.
Hendi menegaskan komitmen petugas untuk tetap berada di depan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Pengawasan yang berkelanjutan menjadi salah satu cara memastikan kondisi benar-benar stabil sebelum status darurat dicabut.


Tidak ada komentar