Willy Aditya disebut ucapkan “bacot kamu” saat RDP Komisi XIII

Abdul Halim
2 Okt 2026 14:23
5 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menjadi sorotan setelah dua pernyataannya dalam agenda terkait pemasyarakatan muncul ke publik. Pada Senin, 28 September 2026, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ia disebut mengucapkan kata-kata kasar kepada seorang staf yang sedang memberikan informasi. Rapat itu membahas persoalan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan kehadiran jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) serta pihak lapas, termasuk kepala lapas yang saat itu nonaktif, Wisnu Hani Putranto.

Dua hari setelah momen tersebut, pada Rabu, 30 September 2026, perhatian publik kembali mengarah pada pernyataan Willy terkait fasilitas untuk warga binaan. Pernyataan itu sebelumnya muncul dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XIII ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 25 September 2026. Dalam agenda itu, pembahasan menyentuh kebutuhan warga binaan perempuan, termasuk gagasan bilik keluarga dan rencana penyediaan alat bantu seksual dengan pertimbangan kesehatan.

Willy Aditya disebut ucapkan “bacot kamu” saat RDP Komisi XIII

Peristiwa yang menjadi sorotan terjadi dalam RDP Komisi XIII bersama Ditjenpas dan pihak Lapas Kelas IIA Cibinong. Rapat dilangsungkan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026. Agenda utamanya berfokus pada pembahasan persoalan pemasyarakatan di lapas tersebut, sekaligus mendengarkan penjelasan dari jajaran Ditjenpas dan pihak lapas.

Dalam jalannya rapat, Willy tengah membahas administrasi terkait kehadiran Ombudsman RI. Saat pembahasan berlangsung, seorang staf menghampiri meja pimpinan untuk menyampaikan informasi. Karena mikrofon di meja pimpinan masih aktif, ucapan Willy terdengar oleh audiens yang mengikuti rapat, termasuk dari siaran yang memperlihatkan jalannya forum.

Rekaman yang beredar menyebut Willy mengatakan, “Enggak usah, kamu duduk aja. Bacot kamu.” Setelah staf kembali ke tempat duduknya, rapat tetap berlanjut. Meski hanya berlangsung singkat, momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan membuat nama Willy menjadi perhatian publik.

Kunjungan ke Lapas Perempuan Bandung, bahas bilik keluarga dan alat bantu seksual

Beberapa hari sebelum sorotan “bacot kamu” muncul, Willy juga terlibat dalam agenda Komisi XIII di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat. Kunjungan kerja spesifik itu berlangsung pada Jumat, 25 September 2026. Dalam agenda tersebut, pembahasan diarahkan pada kebutuhan warga binaan perempuan, termasuk aspek kesehatan seksual.

Menurut uraian yang kemudian kembali diberitakan pada Rabu, 30 September 2026, Willy menyampaikan gagasan penyediaan bilik keluarga bagi warga binaan yang telah memiliki pasangan. Ia juga menyebut adanya pembahasan mengenai alat bantu seksual bagi warga binaan yang membutuhkan, dengan menekankan pertimbangan kesehatan.

Willy disebut menyatakan, “Kami di DPR rapat dan sudah menginisiasi di beberapa titik lapas. Apa itu? Satu, bilik keluarga.” Ia lalu menyinggung pembahasan alat bantu seksual, dengan menyebut bahwa pihaknya sudah mengarah pada penggunaan dildo, namun tetap ditekankan perlunya menjaga kesehatan.

Bahasan di agenda kunjungan tidak otomatis jadi kebijakan nasional

Meski pernyataan Willy menyangkut fasilitas di lingkungan lapas, pembahasan mengenai bilik keluarga dan alat bantu seksual perlu dipahami dalam konteks agenda kunjungan kerja spesifik, bukan sebagai pengumuman kebijakan yang langsung berlaku di seluruh lapas. Pernyataan tersebut muncul saat Komisi XIII melakukan penguatan pembahasan terkait pemenuhan hak warga binaan, sehingga penyebutan fasilitas tidak otomatis berarti seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia langsung menyediakan hal yang sama.

Komisi XIII DPR RI memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan reformasi regulasi dan hak asasi manusia. Dalam kerangka pengawasan itulah pemasyarakatan menjadi salah satu isu yang ditangani. Karena itu, setiap pembahasan di forum DPR dan kunjungan lapas umumnya berada pada level diskusi, penyerapan informasi, dan penguatan rekomendasi atau pendalaman pengawasan, bukan selalu berujung pada implementasi seragam tanpa proses lanjutan.

Peran Willy Aditya di DPR, dari Ketua Komisi XIII hingga jejak organisasi

Willy Aditya merupakan politikus Partai NasDem. Ia menjabat sebagai Ketua Komisi XIII DPR RI untuk periode 2024-2029. Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI, yang berperan dalam pengaturan agenda kelembagaan.

Profil resmi yang tercatat menyebut Willy lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 12 April 1978. Ia menempuh pendidikan di SMA INS Kayutanam, Padang Pariaman, lalu melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Di masa mahasiswa, ia tercatat aktif dalam organisasi, termasuk pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa UGM pada 1999 dan menjadi Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) pada 2003.

Jejak politiknya berlanjut melalui organisasi Nasional Demokrat dan Partai NasDem. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024, lalu kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Posisi sebagai Ketua Komisi XIII membuatnya terlibat dalam berbagai rapat dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk pembahasan yang bersinggungan dengan pemasyarakatan dan isu hak asasi manusia.

Dua momen berbeda dalam satu rangkaian agenda pemasyarakatan

Jika ditarik garis besarnya, perhatian publik muncul dari dua peristiwa yang terjadi di agenda berbeda. Ucapan “bacot kamu” disebut terjadi pada Senin, 28 September 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, saat Willy memimpin RDP Komisi XIII terkait Lapas Kelas IIA Cibinong di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, pembahasan bilik keluarga dan alat bantu seksual berangkat dari kunjungan kerja spesifik Komisi XIII ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 25 September 2026. Pernyataan dalam kunjungan tersebut kemudian kembali menjadi perhatian pada Rabu, 30 September 2026. Dua momen itu sama-sama terkait aktivitas Willy sebagai Ketua Komisi XIII yang berfokus pada pengawasan di bidang pemasyarakatan dan hak asasi manusia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x