Pamit dari Polres Bogor, AKBP Wikha Ungkap PR Besar: Satu Polisi Harus Layani 3.000 Warga!

Nelly Sipayung
23 Okt 2026 01:24
News 0 14
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Di balik situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Kabupaten Bogor yang selama ini terjaga, ternyata ada persoalan besar yang masih menjadi pekerjaan rumah kepolisian. Salah satunya, jumlah personel yang belum sebanding dengan banyaknya penduduk di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan mantan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto saat menyampaikan kesan dan evaluasi selama bertugas di Kabupaten Bogor, Kamis (22/10/2026) malam.

Wikha menyebut, rasio personel kepolisian dengan jumlah penduduk di Kabupaten Bogor masih jauh dari standar ideal. Jika idealnya satu personel melayani sekitar 450 warga, di Kabupaten Bogor satu personel harus melayani lebih dari 3.000 masyarakat.

“Secara otomatis, ke depan harapan saya Bogor ini bisa meningkat, jumlah personelnya dan sarana prasarananya bisa lebih dilengkapi sehingga bisa melayani masyarakat lebih baik,” ungkap Wikha.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki karakteristik wilayah yang istimewa sekaligus tantangan keamanan yang tidak ringan. Selain memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, wilayah ini juga memiliki dinamika masyarakat yang tinggi, termasuk karena menjadi tempat tinggal Presiden.

Kondisi tersebut membuat jajaran Polres Bogor harus bekerja ekstra untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Meski demikian, Wikha mengaku bersyukur karena selama masa kepemimpinannya, situasi keamanan di Kabupaten Bogor secara umum dapat dikendalikan.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah bukan semata-mata hasil kerja kepolisian, melainkan buah kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, media, dan berbagai elemen lainnya.

“Alhamdulillah, selama penugasan kami di Bogor, situasi secara umum aman dan kondusif. Tidak ada kejadian yang berarti, semua kejadian bisa teratasi,” katanya.

Wikha menilai, kekuatan terbesar Polri bukan hanya terletak pada jumlah personel maupun kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga pada kebersamaan dan kesamaan persepsi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Karena itu, ia berharap pendekatan kepolisian yang melibatkan masyarakat dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Kapolres Bogor yang baru.

Banyak Pengalaman, dari Penanganan Kejadian hingga Kebakaran Galuga

Mengenang masa tugasnya di Kabupaten Bogor, Wikha menyebut beragam peristiwa telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Mulai dari penanganan berbagai kejadian yang menyita perhatian publik hingga kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Ia bersyukur berbagai persoalan tersebut dapat ditangani dengan dukungan banyak pihak.

“Semua kejadian ada. Mungkin rekan-rekan juga mengikuti kegiatan saya, penanganan kejadian-kejadian, kemudian terakhir ramai-ramai di TPA Galuga. Alhamdulillah bisa beres semua,” ujarnya.

Selain menangani persoalan keamanan, Wikha juga menyinggung pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat dan agenda penting yang melibatkan tamu VIP.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.

Akui Masih Banyak Kekurangan

Meski mengklaim situasi kamtibmas selama masa tugasnya relatif kondusif, Wikha tidak menampik masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan dan pengamanan di Kabupaten Bogor.

Ia berharap kekurangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kapolres Bogor berikutnya untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang pasti masih banyak kekurangan di bidang keamanan di Bogor selama saya menjabat, dan ke depan pasti akan disempurnakan oleh pejabat baru, oleh Kapolres baru,” tuturnya.

Wikha juga berharap Kapolres Bogor yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, disertai dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.

Baginya, keberlanjutan keamanan di Kabupaten Bogor membutuhkan kerja sama yang konsisten. Sebab, dengan jumlah penduduk yang besar dan dinamika wilayah yang kompleks, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri.

“Polri bersama masyarakat,” tegasnya.

x
x