google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Penanganan Narkoba, Gus Ipul: Masa Lalu Data Kementerian Berbeda Kini Bisa Disatukan

Nelly Sipayung
11 Agu 2026 11:43
News 0 22
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap persoalan yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, masing-masing kementerian dan lembaga masih memiliki data sendiri-sendiri sehingga penanganan di lapangan belum sepenuhnya terintegrasi.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat menyoroti pentingnya konsolidasi data dalam penanganan kelompok rentan, khususnya korban penyalahgunaan narkoba.
Ia mengatakan, selama ini Kementerian Sosial, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan hingga Kementerian Ketenagakerjaan memiliki data masing-masing.

“Selama ini memang data kita berserakan di mana-mana, data kita tidak tunggal. Kementerian Sosial punya data sendiri, BNN punya data sendiri, Kemenkes punya data sendiri,” ujar Gus Ipul pada awak media, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, perbedaan data tersebut membuat pemerintah baru bergerak bersama ketika muncul persoalan besar. Kondisi itu dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan penanganan masyarakat yang membutuhkan layanan lintas sektor.

“Kalau datanya tidak sama, yang muncul adalah ego sektoral,” katanya.

Gus Ipul bahkan menggambarkan pola kerja masa lalu dengan nada menyindir.

Ia mencontohkan, sebuah kementerian memiliki data sendiri, mengolahnya sendiri, kemudian menggunakan data tersebut sebagai dasar menjalankan program. Setelah dievaluasi, hasilnya pun kembali dinilai sendiri.

“Setelah itu dievaluasi sendiri, terakhir Kementerian Sosial tepuk tangan sendiri. Yang lain mau tepuk tangan silakan, enggak tepuk tangan silakan,” ucapnya.

Menurut Gus Ipul, pola tersebut merupakan bagian dari masa lalu yang harus ditinggalkan.

“Itu masa lalu kita,” tegasnya.

Kini pemerintah didorong untuk menggunakan data yang sama sehingga setiap kementerian dan lembaga dapat melakukan intervensi sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Gus Ipul mengungkapkan rasa syukurnya setelah bersama Menteri Kesehatan, Menteri Ketenagakerjaan dan Kepala BNN melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x