
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Mendorong regenerasi petani menjadi salah satu fokus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Bogor dalam memperingati HUT ke-40 PTI.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung dan padi bersama di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak generasi muda terlibat langsung dalam sektor pertanian, yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Di lahan pertanian Katulampa seluas lebih dari empat hektare, para pemuda tani melakukan penanaman jagung hibrida untuk kebutuhan pakan ternak serta tanaman padi.
Ketua DPC PTI Kota Bogor, Jieckry Da Friansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan hari jadi organisasi. Lebih dari itu, pihaknya ingin memberikan kontribusi nyata bagi para petani di Kota Bogor.
“Output-nya hanya satu, kami ingin melihat teman-teman petani di Kota Bogor ini tersenyum. Selebihnya tidak ada,” kata Jieckry.
Ia menjelaskan, upaya mendukung petani juga dilakukan melalui berbagai kegiatan berkelanjutan, mulai dari pembagian benih jagung, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) di sejumlah kecamatan.
Pada tahun ini, PTI Kota Bogor memfokuskan kegiatan pada pengembangan jagung hibrida untuk pakan ternak. Sementara itu, bantuan benih padi berpeluang dikembangkan apabila terdapat lahan persawahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan.
Menurut Jieckry, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah minimnya ketertarikan anak muda untuk menjadikan pertanian sebagai bidang yang ditekuni.
Padahal, dukungan berupa benih dan pupuk mulai tersedia melalui sejumlah program. Karena itu, ia menilai kemauan generasi muda menjadi faktor penting untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian.
“Sekarang yang susah itu minat untuk bertaninya. Benih dan pupuk sudah ada, walaupun tidak banyak, setidak-tidaknya tersedia. Tinggal niatnya saja,” tuturnya.
Ia pun mengajak generasi muda agar tidak memandang pekerjaan sebagai petani sebelah mata. Menurutnya, keterlibatan anak muda diperlukan untuk memastikan sektor pertanian tetap memiliki penerus.
“Jangan malu bertani. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegas Jieckry.
Sementara itu, Dewan Pembina Pemuda Tani, Hj. Endang Setyawati Thohari, mengapresiasi langkah PTI Kota Bogor yang memperingati hari jadi organisasi melalui kegiatan produktif di sektor pertanian.
Ia mengaku bangga melihat para pemuda turun langsung melakukan penanaman jagung dan padi. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh keterlibatan generasi muda dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
“Saya sangat bangga dan terharu karena baru sekali ini Hari Pemuda diperingati oleh pemuda-pemuda tani dengan menanam jagung dan padi. Itu suatu kebanggaan bagi saya,” ungkap Endang.
Endang juga menyoroti pentingnya arah kebijakan pembangunan yang berkesinambungan agar program peningkatan kesejahteraan petani tidak berhenti pada pergantian pemerintahan.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian, mengingat kondisi agroekologi yang beragam serta kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki.
Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dapat terus diperkuat melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pendampingan teknologi, penyediaan peralatan, serta pelibatan pemuda tani.
“Saya akan ajak pemuda-pemuda tani kita untuk ikut berpartisipasi dan menggerakkan program-program pemerintah yang mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sekretaris OKK DPP PTI, Riko Wahyudi menyebut DPC PTI Kota Bogor menjadi salah satu organisasi daerah yang konsisten menjalankan kegiatan pertanian dan pemberdayaan pemuda.
Menurut Riko, aktivitas PTI Kota Bogor tidak hanya terpusat pada peringatan hari besar organisasi, tetapi juga berlangsung secara rutin melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan elemen masyarakat.
“Dari 330 kabupaten/kota yang sudah ada Pemuda Taninya, Kota Bogor termasuk yang paling aktif dan rutin melakukan kegiatan,” kata Riko.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas organisasi dan lintas partai yang terjalin di Kota Bogor turut memperluas ruang gerak pemuda tani. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian.
Riko berharap konsistensi DPC PTI Kota Bogor dapat terus dipertahankan sehingga berbagai program pemberdayaan dan kegiatan pertanian tetap berjalan pada periode kepengurusan berikutnya.
“Pemuda Tani Kota Bogor ini memang menjadi inspirasinya anak muda Kota Bogor. Kami berharap ini terus solid dan dijaga sehingga periode-periode berikutnya Pemuda Tani Kota Bogor selalu eksis,” pungkasnya.

