
INFOPANTULAN.COM, BOGOR –Sebanyak 12 anak dari 26 perwakilan Kabupaten Bogor resmi bertolak ke Hungaria dan Serbia untuk membawa misi kebudayaan Indonesia ke panggung internasional. Mereka akan memperkenalkan beragam tarian Nusantara, termasuk kesenian khas Kabupaten Bogor, Talas Bogor.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengatakan kontingen tersebut dilepas Bupati Bogor pada Rabu malam (12/8/2026). Mereka berangkat membawa semangat memperkenalkan kekayaan budaya Bogor sekaligus Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Alhamdulillah hari ini Bupati Bogor melepas kontingen misi kebudayaan dari Bogor untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia,” ujar Titi pada awak media, Rabu (12/8/2026).
Dari 26 anggota kontingen, sebanyak 12 di antaranya merupakan anak-anak yang akan tampil sebagai penari. Mereka didampingi tim pendamping, director, fotografer, dan tim media sosial.
Para peserta berasal dari empat SD serta sejumlah sanggar seni di Kabupaten Bogor. Mereka telah menjalani persiapan sejak Februari hingga Mei, mulai dari latihan kesenian hingga persiapan fisik dan mental.
Menurut Titi, keberangkatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan. Para peserta tidak datang untuk mengikuti perlombaan, melainkan menjadi bagian dari festival kebudayaan tingkat internasional.
“Mereka membawakan misi kebudayaan dari Kabupaten Bogor dan Indonesia. Ada beberapa tarian yang ditampilkan di festival,” katanya.
Festival tersebut akan diikuti sekitar enam negara, termasuk India. Kontingen Kabupaten Bogor dijadwalkan tampil di Hungaria pada 16 Agustus 2026 sebelum melanjutkan agenda kebudayaan ke Serbia.
Sementara itu, salah satu peserta, Agistika Lia Putri dari Studio Seni Indonesia, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil di luar negeri untuk pertama kalinya.
“Nama saya Agistika Lia Putri. Saya dari Studio Seni Indonesia yang hari ini mau berangkat ke Hungaria dan Serbia untuk misi kebudayaan,” kata Agistika.
Persiapan, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui latihan tari. Para peserta juga mempersiapkan mental, fisik, hingga berbagai kebutuhan administrasi sejak jauh-jauh hari.
“Tentunya latihan, selain latihan juga mental, fisik, terus administrasi sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari, dari tahun kemarin,” ujarnya.
Di panggung internasional, mereka akan membawakan sejumlah tarian Nusantara dari berbagai daerah, termasuk Papua dan Jawa Barat. Namun, ada satu kesenian yang secara khusus ingin mereka angkat sebagai identitas Kabupaten Bogor: Talas Bogor.
“Tentunya kita membawakan tarian Talas Bogor yang khususnya dari Bogor. Kita mau mengangkat Kabupaten Bogor untuk bisa tampil,” ujar Agistika.
Saat ditanya mengenai tarian khas Kabupaten Bogor, Agistika bersama peserta lainnya spontan menjawab, “Talas Bogor,” sambil tertawa.
Bagi mereka, perjalanan ke Hungaria dan Serbia bukan sekadar tampil di atas panggung. Misi utamanya adalah memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
“Ya tentunya membagikan kebudayaan Indonesia untuk dikenalkan di Hungaria dan juga di Serbia,” katanya.
Agistika mengaku Studio Seni Indonesia yang bermarkas di kawasan Puncak, Cisarua, sebenarnya sudah beberapa kali terlibat dalam kegiatan kebudayaan di luar negeri. Namun, bagi dirinya dan sejumlah peserta lainnya, perjalanan kali ini menjadi pengalaman pertama tampil di luar Indonesia.
“Sanggarnya sudah sering ke luar negeri, tetapi untuk kami ini baru pertama kali ke luar negeri,” tuturnya.
Kecintaannya terhadap seni juga telah dibangun sejak usia sekolah. Agistika mengaku mulai mengikuti sanggar sejak kelas 1 SMP, sementara rekannya telah bergabung sejak kelas 3 SD.
Kini, para peserta memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ada yang masih duduk di bangku SMA, ada yang baru memasuki perguruan tinggi, hingga mahasiswa.
Agistika sendiri tercatat sebagai mahasiswa semester lima Universitas Pakuan.
Jadi Duta Kecil Budaya Bogor
Keberangkatan kontingen ini menjadi kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Bogor untuk menunjukkan bahwa seni tradisional tidak berhenti di panggung lokal. Tarian Nusantara juga mampu menembus panggung internasional dan menjadi jembatan diplomasi budaya.
Agistika berharap kesempatan tersebut tidak menjadi perjalanan sekali jalan. Ia ingin budaya Indonesia, termasuk kesenian dari Kabupaten Bogor, semakin sering diperkenalkan di berbagai festival internasional.
“Semoga kita bisa memperkenalkan budaya Indonesia dengan lebih baik dan tentunya bisa terus-menerus memperkenalkannya di ajang internasional,” pungkasnya.
Dari Cisarua menuju Eropa, anak-anak muda Kabupaten Bogor kini membawa lebih dari sekadar tarian. Mereka membawa identitas daerah, cerita tentang Indonesia, dan satu pesan sederhana: budaya Bogor layak dikenal dunia.

