google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu, Dosen IPB University Ungkap Penyebab Suhu Kian Panas

Muhammad Ibad Ibrahim
5 Jul 2026 03:43
3 menit membaca

ENSO merupakan fenomena interaksi laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis yang terdiri atas dua fase, yakni El Nino dan La Nina. Ketika El Nino terjadi, Dr Givo menjelaskan, suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat sehingga pusat pembentukan awan bergeser ke arah timur Pasifik. Dampaknya, pasokan uap air ke Indonesia berkurang dan curah hujan cenderung menurun.

“Saat ini El Nino sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis dan diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Pergeseran awan dari wilayah Indonesia menuju Pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab masyarakat Bogor merasakan cuaca lebih panas dibanding biasanya,” jelasnya.

Namun, Dr Givo menegaskan bahwa El Nino hanya menjadi pemicu dalam jangka pendek. Di balik itu, terdapat persoalan yang lebih besar, yakni perubahan iklim global yang menyebabkan tren suhu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia mengungkapkan bahwa data klimatologi menunjukkan suhu rata-rata tahunan di wilayah Bogor mengalami tren peningkatan secara konsisten sejak sekitar tahun 1990 hingga saat ini. Pola tersebut sejalan dengan kenaikan suhu rata-rata bumi akibat pemanasan global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x