google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut,” katanya.
Mengutip penelitian Nurwanda dan Honjo (2018), Dr Givo menjelaskan bahwa ekspansi kawasan perkotaan di Bogor berlangsung sangat cepat, terutama pada periode 1997–2007. Perbedaan suhu antara kawasan urban dan suburban bahkan meningkat dari sekitar 1,36 derajat Celsius pada 1990 menjadi hampir 2,26 derajat Celsius pada 2017.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan yang tidak diimbangi dengan perlindungan ruang hijau akan semakin memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Karena itu, menjaga tutupan vegetasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.
“Masyarakat dapat berkontribusi melalui penghijauan lingkungan dan penerapan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas. Sementara pemerintah perlu memperkuat tata ruang berbasis iklim dan memperluas ruang terbuka hijau. Pohon merupakan solusi alami yang efektif untuk menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan,” pungkasnya.


Tidak ada komentar