Pria di Bogor Bacok Remaja 16 Tahun hingga Tewas, Celurit Selalu Dibawa di Badan

Nelly Sipayung
29 Okt 2026 11:38
News 0 3
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Aksi konvoi suporter sepak bola di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, berujung maut. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas setelah dibacok pria berinisial MR (29), Minggu (25/10/2026) malam.

Polisi mengungkap, tersangka bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun. Pria asal Kecamatan Sukaraja itu justru diketahui kerap terlibat tawuran dan disebut selalu membawa senjata tajam berupa celurit.

Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIB di kawasan Jalan Raya Jakarta-Bogor, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja.

Sebelum kejadian, tersangka diketahui sedang makan bersama istrinya di sekitar lokasi. Saat melihat iring-iringan sepeda motor yang melintas setelah pertandingan sepak bola, tersangka kemudian mendatangi korban dan melakukan pembacokan.

“Pelaku ini berjalan bersama istrinya. Jadi, tersangka selalu membawa celurit di badannya,” ungkap Arfan saat konferensi pers, Kamis (29/10/2026).

Menurut Arfan, kebiasaan membawa senjata tajam tersebut menjadi perhatian penyidik. Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, tersangka disebut kerap mengajak orang lain terlibat tawuran.

Meski demikian, polisi masih mendasarkan pengungkapan motif dan rangkaian kejadian pada hasil pemeriksaan terhadap tersangka serta saksi-saksi.

Sementara itu, Kasat PPA dan PPO Polres Bogor AKP Silfi Adiputri menjelaskan, korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya ketika melintas di lokasi kejadian.

Tersangka yang tengah makan bersama istrinya melihat rombongan kendaraan melintas. Dalam situasi malam yang gelap dan ramai, tersangka kemudian melakukan penyerangan.

“Tidak ada target atau seperti apa. Istilahnya random, kalau menurut keterangan tersangka,” kata Silfi.

Polisi menyebut korban bukan target khusus yang telah ditentukan sebelumnya. Penyerangan diduga dilakukan secara spontan setelah tersangka melihat iring-iringan kendaraan tersebut.

Peristiwa itu pun menegaskan bahwa korban tidak harus terlibat dalam konflik untuk menjadi sasaran kekerasan di jalanan.

x
x