google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Gandeng Kolegium Nasional, RS Ummi Gelar Operasi Kanker Kepala Leher

Riky Iskandar
31 Jul 2026 13:48
News 0 31
3 menit membaca

“Sering kali masyarakat belum memahami gejala awal kanker. Bahkan pada tahap awal, kanker terkadang tidak menunjukkan tanda yang jelas sehingga dianggap sebagai penyakit biasa dan baru berobat ketika kondisinya sudah berat,” katanya.

Karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker.

“Kami berharap masyarakat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis agar faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal. Kami juga mengajak seluruh stakeholder dan rumah sakit terus menggaungkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ucap Tengku.

Di tempat yang sama, Perwakilan Kolegium Onkologi THT-BKL Indonesia, dr. Ika Dewi Mayangsari, menjelaskan peringatan World Head and Neck Cancer Day bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker kepala dan leher yang selama ini masih kurang dikenal.

“Kanker kepala dan leher mungkin belum sepopuler kanker payudara atau kanker paru. Padahal secara global penyakit ini masuk 10 besar kasus kanker, dan untuk bidang THT, kanker nasofaring merupakan yang paling banyak ditemukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan letak kanker kepala dan leher yang berada di rongga sempit membuat penyakit tersebut sulit dikenali sejak dini. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus.

“Misalnya telinga terasa tertutup sebelah, hidung tersumbat sebelah, atau mimisan yang tidak kunjung sembuh. Jika setelah dua minggu keluhan tersebut tidak membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit karena bisa menjadi tanda awal kanker nasofaring,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x