google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Ia juga menyoroti masih banyak pasien yang datang ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
“Yang disayangkan biasanya pasien datang sudah dalam kondisi stadium lanjut. Karena itu, selain penanganan medis, edukasi kepada masyarakat mengenai deteksi dini harus terus ditingkatkan,” katanya.
Terkait pembiayaan, Najib memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena tindakan operasi kanker pada umumnya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan selama sesuai dengan indikasi medis.
“Secara umum BPJS sudah meng-cover tindakan-tindakan tersebut sesuai indikasi medis. Jadi masyarakat yang memiliki jaminan BPJS seharusnya tidak perlu ragu datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Tengku Yenni, mengatakan kasus kanker di Kota Bogor masih menjadi perhatian. Meski kanker leher rahim menjadi jenis yang paling banyak ditemukan, kasus kanker kepala dan leher juga terus tercatat.
“Data yang kami miliki tahun ini sekitar 25 kasus kanker kepala dan leher. Namun angka tersebut ibarat fenomena gunung es karena yang tercatat umumnya pasien yang sudah datang dalam kondisi berat,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan.


Tidak ada komentar