google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Salah satu strategi yang diterapkan adalah Training of Trainers (ToT) bagi fasilitator. Melalui pelatihan tersebut, fasilitator dipersiapkan sebagai agen perubahan yang dapat mendampingi proses pembelajaran dan pemberdayaan keluarga di tingkat desa maupun kelurahan.
“Melalui Training of Trainers bagi fasilitator, program ini mempersiapkan agen-agen perubahan yang mampu memfasilitasi proses pembelajaran dan pemberdayaan keluarga di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Para fasilitator juga didorong mengembangkan inovasi lokal berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Selain itu, mereka diharapkan mampu membangun jejaring dan kolaborasi bersama pemerintah desa atau kelurahan serta berbagai pemangku kepentingan.
Tin menegaskan, Wisuda Sekolah Keluarga Berkualitas bukan sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi awal bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program.
“Para fasilitator diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara nyata di masyarakat, membangun kolaborasi dengan pemerintah desa atau kelurahan dan berbagai pemangku kepentingan, serta mendorong lahirnya inovasi lokal yang relevan dengan karakteristik wilayah,” jelasnya.
Sekolah Keluarga Berkualitas merupakan bagian dari program “IPB Hadir” melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini menempatkan keluarga sebagai unit terkecil sekaligus fondasi penting dalam pembangunan masyarakat.
Penguatan kapasitas keluarga melalui SKB diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Dengan berakhirnya rangkaian pembelajaran, para peserta diharapkan tidak berhenti pada capaian wisuda. Mereka didorong untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, memperkuat jejaring, serta menginisiasi berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga di wilayah masing-masing.
IPB University berharap kolaborasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, fasilitator, keluarga binaan, serta berbagai pemangku kepentingan dapat terus berlanjut.


Tidak ada komentar