Jalan Citeureup–Sukamakmur yang Rusak Sejak 2021 Kini Bisa Dilalui, Rp61,2 Miliar Digelontorkan

Nelly Sipayung
20 Okt 2026 12:32
News 0 13
4 menit membaca

INFOPANTULAN, COM, BOGOR– Setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah, ruas Jalan Citeureup–Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kini mulai bisa dinikmati masyarakat. Pembangunan jalan sepanjang sekitar 20 kilometer ini menjadi harapan baru bagi warga, terutama untuk memperlancar mobilitas, mengangkut hasil pertanian, hingga membuka akses alternatif menuju kawasan wisata Puncak II.

Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung hasil pembangunan jalan tersebut pada Selasa (20/10/2026). Dari total panjang jalan yang telah dibangun, sekitar 15 kilometer dikerjakan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran Rp61,2 miliar dari pemerintah pusat.
Sementara itu, sekitar lima kilometer lainnya dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

Rudy mengatakan, ruas jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat sejak 2021. Kini, sebagian jalur sudah dibangun menggunakan konstruksi beton dan aspal sehingga dapat dilalui masyarakat.

“Panjang jalannya kurang lebih 19 sampai 20 kilometer. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui APBD membangun sekitar lima kilometer, sedangkan sisanya sekitar 15 kilometer dikerjakan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah,” kata Rudy saat meninjau lokasi, Selasa(20/10/2026).

Menurutnya, pembangunan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat serta anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat V yang turut mengawal aspirasi pembangunan di Kabupaten Bogor.

Rudy menjelaskan, program IJD pada ruas Citeureup–Sukamakmur merupakan salah satu pembangunan yang diinisiasi melalui aspirasi anggota DPR RI Marlyn Maisarah.

“Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut sudah dapat dilalui dan dinikmati masyarakat. Ini tentu menjadi kabar baik bagi warga Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Buka Akses Pertanian hingga Jalur Alternatif Puncak II
Lebih dari sekadar memperbaiki jalan rusak, pembangunan ruas Citeureup–Sukamakmur diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah.

Jalur ini menghubungkan Desa Tajur di Kecamatan Citeureup menuju wilayah Sukamakmur, termasuk akses ke Desa Sukawangi. Ruas tersebut juga terhubung dengan kawasan Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang, dan menjadi bagian dari konektivitas menuju Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Di sepanjang jalan, terdapat lahan pertanian dan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, distribusi hasil panen, pengangkutan pupuk, serta aktivitas warga diharapkan menjadi lebih mudah.

“Mobilitas hasil panen, mobilitas pupuk, dan mobilitas masyarakat semakin mudah. Aksesibilitas masyarakat juga semakin baik,” tutur Rudy.

Ia menambahkan, ruas Citeureup–Sukamakmur juga dapat menjadi salah satu jalur alternatif menuju kawasan wisata Puncak. Masyarakat tidak hanya bergantung pada akses melalui Gadog, tetapi dapat memanfaatkan jalur tengah-timur yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Meski demikian, jalur tersebut merupakan bagian dari pengembangan konektivitas kawasan dan bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi kemacetan menuju Puncak.

Titik Longsor dan Jembatan Bailey Bakal Dituntaskan

Meski sebagian besar jalan telah dibangun, Rudy mengakui masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan lanjutan, terutama di lokasi yang terdampak longsor.

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan intervensi pada salah satu titik yang belum tertangani. Penanganan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pengembang perumahan yang telah menyepakati pembangunan tembok penahan tanah (TPT), sementara pemerintah daerah akan menangani pembangunan badan jalan dengan konstruksi beton.

“Kita akan tuntaskan semuanya sehingga jalan dari Citeureup sudah bagus, dari Sukamakmur juga sudah bagus. Di tengah masih ada beberapa ruas yang harus kita intervensi bersama-sama,” jelasnya.

Selain titik longsor, pemerintah daerah juga merencanakan penggantian jembatan yang sebelumnya putus akibat bencana.

Untuk sementara, jembatan tersebut menggunakan jembatan Bailey atau jembatan darurat dengan lebar terbatas. Rudy berharap pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan pada 2027.

“Dulu pada saat terjadi bencana, jembatannya putus. Kita pasang jembatan Bailey sementara, tetapi lebarnya minim. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita realisasikan penggantian jembatan secara permanen,” katanya.

IJD 2027 Sasar Tegar Beriman hingga Bogor Barat

Rudy juga mengungkapkan, pembangunan infrastruktur melalui program IJD direncanakan berlanjut pada 2027.

Salah satu ruas yang diusulkan berada di jalur Jalan Tegar Beriman, mulai dari kawasan McDonald’s hingga Bambu Kuning. Selain itu, terdapat sejumlah titik lain di wilayah Bogor Barat yang masuk dalam usulan pembangunan.

Menurut Rudy, dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pembangunan, mengingat kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan.

Ia juga menyebut Kabupaten Bogor memperoleh dukungan program bedah rumah dari pemerintah pusat dengan jumlah sekitar 10.000 unit, yang menurutnya turut diperjuangkan melalui aspirasi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan anggota DPR RI harus terus berjalan. Dengan dukungan pembiayaan dari pusat, percepatan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat bisa dilakukan,” ungkapnya.

Rudy menegaskan, pembangunan infrastruktur yang bersumber dari anggaran negara pada dasarnya menggunakan uang rakyat melalui pajak. Karena itu, hasil pembangunan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah pusat membantu melalui kebijakan dan pembiayaan, tetapi semuanya bersumber dari pajak rakyat. Karena itu, pembangunan ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

x
x