Jam Sibuk Dimulai Pukul 05.30 WIB, Edi Kholki Usul Jalan Batutulis Dibuka Lebih Pagi

Riky Iskandar
29 Okt 2026 07:02
News 0 2
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pelaksanaan uji coba trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau Jalan Batutulis, Kota Bogor, masih memerlukan sejumlah penyempurnaan. Anggota DPRD Kota Bogor dari daerah pemilihan Bogor Selatan, Edi Kholki Zaelani, mendorong pemerintah menyesuaikan jam operasional sekaligus membenahi sejumlah infrastruktur di jalur tersebut.

Menurut Edi, akses jalan yang saat ini beroperasi pukul 07.00 hingga 19.00 WIB belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menilai, pembukaan jalan perlu dilakukan lebih awal agar dapat dimanfaatkan warga yang berangkat bekerja maupun mengantar anak ke sekolah.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengusulkan agar jalan tersebut mulai dibuka pukul 05.30 WIB. Adapun waktu penutupan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil evaluasi selama masa uji coba.

“Jam sibuk itu sudah dimulai pukul 05.30 WIB. Kalau jalan baru dibuka pukul 07.00 WIB, masyarakat yang mengantar anak sekolah dan berangkat bekerja sejak pagi belum bisa memanfaatkan akses tersebut,” kata Edi, Kamis (29/10/2026).

Ia menyebut pembukaan kembali akses Jalan Saleh Danasasmita merupakan langkah yang patut diapresiasi setelah masyarakat menunggu hampir 1,5 tahun. Namun, menurutnya, evaluasi tetap dibutuhkan agar pemanfaatan jalur baru tersebut lebih optimal.

Edi menawarkan opsi pengaturan waktu operasional mulai pukul 05.30 hingga 17.30 WIB. Meski begitu, ia juga membuka kemungkinan perpanjangan jam layanan hingga malam hari, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lalu lintas di lapangan.

Selain persoalan waktu operasional, Edi meminta pemerintah memperhatikan kondisi fisik jalan yang masih membutuhkan pembenahan. Salah satu yang menjadi sorotan ialah sambungan antara trase baru dan jalan eksisting yang dinilai perlu segera diperbaiki.

Ia juga menilai penempatan lampu penerangan jalan perlu ditinjau kembali. Pasalnya, terdapat lampu yang posisinya berada di bawah pohon sehingga penempatannya dinilai belum optimal untuk mendukung penerangan jalan.

“Dalam masa uji coba ini memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki, termasuk lampu yang penempatannya kurang sesuai karena berada di bawah pohon,” ujarnya.

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah kondisi turap dan sistem drainase di sekitar trase baru. Edi mengingatkan agar pemerintah memastikan saluran air mampu menampung dan mengalirkan limpasan hujan dengan baik, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Ia secara khusus menyoroti area di bawah underpass yang dinilai membutuhkan perhatian. Menurutnya, kapasitas saluran air perlu diperiksa agar tidak menimbulkan masalah bagi kawasan sekitar, termasuk pada bagian jalan yang sudah ada sebelumnya.

“Turap di sebelah kiri harus benar-benar diperhatikan. Saluran air juga perlu diperbanyak, terutama di bawah underpass. Kalau diperlukan, bisa dibuat sodetan atau jalur air diperbesar sampai ke sungai,” tegasnya.

Edi berharap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Bogor bersama pihak terkait selama uji coba berlangsung. Dengan pembenahan yang menyeluruh, akses baru tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas warga sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.

Ia menegaskan, apresiasi terhadap pembukaan kembali Jalan Saleh Danasasmita perlu diikuti dengan perbaikan teknis dan penyesuaian waktu operasional sesuai kebutuhan masyarakat.

“Yang terpenting, jam operasional disesuaikan dengan jam sibuk warga dan persoalan drainase diperhatikan. Jadi, akses ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

x
x