Bentrokan Jakmania vs Viking di Cileungsi, Polisi Amankan Pria Bawa Celurit

Abdul Halim
15 Sep 2026 14:56
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kericuhan antara suporter The Jakmania dan Viking terjadi di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam, 12 September 2026. Insiden yang sempat direkam warga itu viral di media sosial dan memperlihatkan momen kepanikan saat bentrokan berlangsung, termasuk dugaan seorang pria membawa senjata tajam.

Menindaklanjuti video yang beredar, jajaran Polsek Cileungsi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menyebut pihaknya berhasil mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga membawa celurit saat kericuhan terjadi.

Video viral bentrokan di Cileungsi memicu penyelidikan cepat

Rekaman amatir yang beredar menggambarkan situasi di lokasi yang tidak kondusif ketika dua kelompok suporter saling berhadapan. Dalam video tersebut, terlihat adanya seorang pria yang diduga membawa senjata tajam, sehingga warga di sekitar tampak panik dan memilih menjauh.

Respons cepat polisi menjadi langkah penting karena konten viral biasanya menarik perhatian publik dan berpotensi memicu keributan lanjutan. Dengan memverifikasi peristiwa dari rekaman dan keterangan awal, petugas kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan identitas pihak yang terlibat serta perannya dalam bentrokan.

Pria berinisial A diamankan, disebut anggota The Jakmania Ciangsana

Dalam pemeriksaan awal, Polsek Cileungsi menetapkan A sebagai pihak yang diamankan terkait insiden tersebut. Kompol Edison menyatakan A merupakan anggota The Jakmania Ciangsana.

Pengamanan ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal terhadap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan penggunaan senjata tajam saat kericuhan. Polisi juga menelusuri bagaimana senjata itu dibawa, kapan digunakan, serta apakah tindakan A berkontribusi langsung pada eskalasi konflik.

Pengakuan A membawa celurit sejak pulang dari menonton pertandingan

A mengaku membawa celurit sejak pulang menonton pertandingan sepak bola di Jakarta. Ia menyampaikan alasan membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga selama perjalanan.

Namun, saat bentrokan dengan kelompok suporter lawan terjadi di wilayah Cileungsi, celurit tersebut justru dikeluarkan dan terlihat dibawa di tengah kericuhan. Keterangan ini menjadi titik krusial karena menunjukkan adanya pergeseran dari niat “berjaga-jaga” menjadi tindakan yang berpotensi menambah risiko kekerasan.

Polisi menilai keberadaan senjata tajam saat kericuhan dapat memperbesar peluang luka serius hingga korban jiwa.

Permintaan maaf kepada Viking dan janji tidak mengulangi

Di hadapan petugas, A menyampaikan permintaan maaf kepada Viking Cileungsi atas tindakannya. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Meski permintaan maaf disampaikan, proses hukum tetap berjalan sesuai temuan pemeriksaan. Dalam kasus seperti ini, kepatuhan pada prosedur penyelidikan menjadi penting karena polisi perlu memastikan fakta di lapangan, termasuk peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bentrokan.

Imbauan Kapolsek: suporter diminta tidak bawa senjata tajam

Kompol Edison mengimbau seluruh suporter sepak bola agar tidak membawa senjata tajam maupun melakukan aksi yang dapat memicu bentrokan. Ajakan itu diarahkan pada pencegahan, mengingat konflik antarsuporter sering kali bermula dari provokasi kecil yang kemudian berkembang saat suasana memanas.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan semua elemen suporter untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas. Dengan cara itu, pertandingan dapat berlangsung aman dan kondusif, tanpa memunculkan kepanikan warga maupun tindakan yang membahayakan.

x
x