google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kasus dugaan gangguan kesehatan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo

Abdul Halim
2 Sep 2026 04:49
Kesehatan 0 12
4 menit membaca

Implikasinya, pemeriksaan tidak bisa dipersempit hanya pada satu lokasi penerimaan. Proses pemeriksaan dapur penyedia MBG menjadi sorotan karena alur dari bahan makanan, pengolahan, hingga distribusi dapat memengaruhi kualitas pangan yang akhirnya dikonsumsi. Walau demikian, pemerintah menegaskan bahwa langkah investigasi harus berbasis bukti, sehingga hasil uji laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan hubungan keluhan dengan makanan.

SPPG Kalitengah disuspend sebagai bagian SOP

Menindaklanjuti kejadian tersebut, operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara atau disuspend. Emil Dardak menyatakan keputusan suspensi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku ketika terjadi dugaan kasus keracunan pangan. Penangguhan ini bertujuan menjaga agar proses produksi dan distribusi tidak terus berjalan sebelum pemeriksaan selesai.

BBPOM Surabaya turun tangan periksa proses dan uji pangan

Penanganan kasus juga melibatkan BBPOM Surabaya. Tim BBPOM turun langsung ke SPPG yang memasok makanan untuk melakukan pemeriksaan serta mengumpulkan informasi mengenai proses penyediaan MBG. Pemeriksaan diarahkan untuk mencari kemungkinan sumber persoalan, termasuk masalah pada bahan pangan, proses memasak, penyimpanan, maupun distribusi.

Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menggali informasi lebih lengkap. Hasil pemeriksaan dan pengujian nantinya diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas, apakah keluhan yang dialami penerima MBG berkaitan dengan aspek pangan tertentu, atau ada faktor lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Koordinasi lintas instansi juga membantu memastikan data yang dikumpulkan konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gejala muncul beberapa jam setelah makan, menu yang disajikan

Peristiwa bermula pada Selasa (1/9/2026). Makanan MBG dikirim ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, lalu dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB. Menu yang disebutkan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis baby corn dan buncis, tempe bumbu Bali, serta apel.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x