Kebakaran TPAS Galuga Bogor Dipadamkan, Pemkot Tetap Siagakan 25 Personel

Abdul Halim
16 Sep 2026 23:54
Peristiwa 0 19
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, dilaporkan sudah padam. Meski api utama tak lagi terlihat, penanganan di lokasi belum dihentikan sepenuhnya karena pemerintah tetap mengantisipasi potensi titik api muncul kembali dari balik timbunan sampah.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih mempertahankan personel gabungan, armada pendukung, termasuk layanan kesehatan. Sedikitnya 25 petugas dari berbagai perangkat daerah disiagakan bergiliran untuk memantau kondisi area TPAS Galuga dan memastikan proses pascakebakaran berjalan aman.

Personel gabungan dan patroli pascakebakaran di TPAS Galuga

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa personel yang masih berada di lokasi berasal dari beberapa unsur. Mereka terdiri dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta unsur Perumkim melalui Park Ranger, Satpol PP, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup juga tetap menempatkan petugas untuk mendukung pengawasan lapangan.

Jenal menuturkan jumlah personel yang disiagakan sekitar 25 orang dan bekerja bergiliran setiap hari. Tugas utamanya adalah pemantauan serta patroli di area TPAS Galuga, terutama untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa. Dengan pola pengawasan seperti itu, petugas dapat merespons lebih cepat apabila ditemukan indikasi bara api muncul lagi.

Api dinyatakan padam, pemantauan diperkuat thermal drone dan Manggala Agni

Menurut Jenal Mutaqin, berdasarkan pantauan kasatmata dan penggunaan thermal drone, api sudah padam. Selain itu, petugas juga mendapat pendampingan dari Manggala Agni untuk memastikan kondisi di bawah tumpukan sampah benar-benar aman.

Penekanan utama ada pada memastikan bara api yang berada di lapisan bawah tidak menyala kembali. Langkah ini penting karena kebakaran di area timbunan sampah sering kali meninggalkan panas terpendam yang baru tampak beberapa waktu setelah pemadaman. Dengan pemeriksaan menggunakan pendekatan termal, petugas berupaya menutup kemungkinan kebakaran susulan.

Pengaturan status kebencanaan dan koordinasi dengan Pemkab Bogor

Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan koordinasi lanjutan terkait status kebencanaan pascakebakaran. Jenal menyebut Pemkot dan Pemkab Bogor akan menyepakati bersama informasi terbaru mengenai penanganan di TPAS Galuga.

Rencana pembahasan tersebut akan dilakukan dengan Pemkab Bogor untuk menyampaikan perkembangan penanganan. Koordinasi status kebencanaan umumnya berkaitan dengan kapan pengamanan lapangan dapat diturunkan, bagaimana evaluasi akhir dilakukan, serta bagaimana pengelolaan risiko berikutnya setelah insiden.

Armada pendukung, tim kesehatan, dan dapur umum tetap berjalan

Meski api utama sudah padam, sejumlah dukungan operasional tetap dipertahankan. Dalam evaluasi bersama perangkat daerah, Pemkot Bogor memastikan truk tangki penyuplai air tetap disiagakan untuk kebutuhan pendinginan atau respons cepat bila diperlukan.

Jenal juga menyampaikan bahwa tim kesehatan dan dapur umum tetap beroperasi selama personel masih berada di lokasi. Tidak ada penarikan seluruh personel secara langsung, karena pengamanan dan pemantauan menjadi prioritas. Dengan skema ini, aparat dapat menjaga kondisi petugas tetap prima sekaligus memastikan area tetap terkendali.

Mitigasi lanjutan agar TPAS Galuga jadi objek vital

Ke depan, Pemkot Bogor menyiapkan langkah mitigasi yang lebih komprehensif. Jenal menyatakan perhatian dari seluruh unsur perlu dimaksimalkan untuk memperkuat pengelolaan risiko di TPAS Galuga, termasuk upaya pencegahan agar area tersebut dapat diperlakukan sebagai objek vital.

Fokus mitigasi mencakup pengawasan rutin, kesiapsiagaan personel, serta penataan dukungan teknis di lapangan. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, pemerintah berupaya menekan peluang kebakaran susulan sekaligus memperbaiki tata kelola keselamatan di lingkungan TPAS.

x
x