google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Logistik Massa Aksi di DPR Senayan Tersendat karena Penyekatan Flyover

Abdul Halim
27 Agu 2026 07:48
Peristiwa 0 20
4 menit membaca

Arus bantuan logistik untuk massa aksi yang berkumpul di depan pintu utama gedung DPR RI, Senayan, terus mengalir hingga siang. Namun, distribusi makanan, minuman, serta perlengkapan medis sempat mengalami hambatan setelah aparat melakukan penyekatan terhadap kendaraan pengangkut logistik di persimpangan bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda. Kondisi ini membuat penyaluran bantuan tidak bisa berjalan mulus melalui jalur kendaraan seperti biasanya.

Di lokasi, barisan aparat kepolisian dengan perlengkapan lengkap membentuk barikade ketat. Penutupan akses jalan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat yang membawa kebutuhan peserta aksi tidak diizinkan menembus perimeter pengamanan utama menuju gerbang parlemen. Akibatnya, para relawan dan massa terpaksa mengubah cara distribusi dari pengantaran langsung menjadi pemindahan manual.

Aparat Hadang Kendaraan Logistik Massa Aksi di Bawah Flyover Gerbang Pemuda

Penyekatan di bawah flyover membuat armada logistik tidak bisa masuk

Hambatan dimulai ketika kendaraan logistik tidak dapat melintas di area persimpangan bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda. Penyekatan tersebut pada praktiknya memutus rantai distribusi dari titik pengumpulan menuju area massa. Kendaraan yang sebelumnya bisa membawa dus-dus kebutuhan dalam jumlah besar harus berhenti di luar area barikade.

Pada akhirnya, logistik dialihkan ke proses bongkar muat di luar perimeter. Dus air mineral, makanan siap saji, dan perlengkapan pertolongan pertama diturunkan terlebih dahulu, lalu dipindahkan satu per satu secara manual. Proses ini tentu menyita tenaga dan waktu, terutama ketika jumlah bantuan terus bertambah.

Relawan memindahkan bantuan secara manual, barang digotong melewati celah penjagaan

Setelah kendaraan dihentikan, relawan melakukan pemindahan barang dengan cara gotong-royong. Barang bantuan diturunkan di luar area barikade, kemudian dibawa melewati celah penataan barisan penjagaan aparat. Meski mekanismenya tetap memungkinkan logistik masuk, tempo penyaluran menjadi lebih lambat dibandingkan saat kendaraan dapat langsung mendekati lokasi massa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x