google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Di TPAS Galuga, alat berat dikerahkan untuk mengurai timbunan yang diduga menyimpan bara api, sehingga panas dapat diputus dan area yang masih menyala lebih mudah dijangkau. Pada saat yang sama, petugas lain menyemprotkan air pada titik-titik yang masih menjadi sumber panas, termasuk pada area yang berada di sisi timur lokasi.
Dengan pola intervensi seperti ini, petugas berupaya mengurangi risiko kebakaran berulang. Bara api yang terkubur di dalam timbunan sampah sering menjadi penyebab kebakaran tampak mereda, tetapi kembali muncul ketika panasnya aktif lagi. Karena itu, pemantauan berkelanjutan tetap menjadi bagian dari kerja pemadaman hingga titik-titik sisa benar-benar dinyatakan aman.
Rudy menegaskan bahwa upaya penuntasan dilakukan dengan ritme kerja yang ketat selama 24 jam sehari melalui kolaborasi lintas pihak, agar api dapat dipadamkan dan penanganan tidak hanya fokus pada permukaan yang terlihat menyala.


Tidak ada komentar