google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kebakaran TPAS Galuga, Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung

Abdul Halim
7 Sep 2026 23:12
Peristiwa 0 9
3 menit membaca

Koordinasi saat api sempat tidak terkendali

Bupati Bogor menjelaskan bahwa sekitar pukul 12 malam api sempat tidak terkendali. Pada fase tersebut, operasi pemadaman memerlukan respons cepat dan penguatan di lapangan, baik dari sisi jumlah personel maupun strategi pemadaman. Setelah koordinasi diperkuat, api kemudian berangsur lebih terkendali.

Rudy menyebut dirinya bersama tim gabungan sudah berada di lokasi sejak dini hari. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan tidak berhenti pada tahap pelaporan awal, melainkan berlangsung hingga kondisi membaik. Dengan adanya pemantauan langsung, keputusan operasional seperti penyesuaian pola pemadaman dan penataan personel dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Dukungan water bombing dari TNI Angkatan Udara

Untuk mempercepat pemadaman, dukungan operasi water bombing disiapkan pada pagi hari. TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sendjaja dan Grup 2 Heli akan membantu melakukan penyiraman dari udara menggunakan helikopter. Skema ini dipilih agar jangkauan penyiraman dapat lebih luas, terutama ketika api berada di area yang sulit dijangkau secara langsung dari tanah.

Rudy juga menyampaikan sumber air yang akan digunakan untuk water bombing, yaitu danau di Setu Rancak. Penggunaan sumber air dari lokasi terdekat menjadi pertimbangan penting dalam operasi udara, karena memengaruhi ritme pengisian air dan efektivitas penyiraman. Dengan bantuan helikopter, petugas di darat diharapkan dapat fokus pada pemadaman titik-titik yang tersisa serta pencegahan perluasan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x