Ketahanan pangan Bogor, Satgas Korem 061 garap lahan Suryakancana

Abdul Halim
22 Sep 2026 15:00
Bogor 0 42
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Area lahan ketahanan pangan di Jalan Raya Suryakancana, Bomang, Kabupaten Bogor, digarap serentak pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan ini melibatkan Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana bersama tim penggerak, tim pendukung dari sejumlah dinas, serta kelompok tani setempat, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas kawasan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penggarapan dilakukan melalui rangkaian kerja yang terukur, mulai dari pemeriksaan kondisi lahan, pembagian tugas per area, hingga perawatan tanaman dengan penyiraman di Area 12, 13, 14, dan 15. Di beberapa titik, penggunaan alat berat juga diterapkan untuk meratakan tanah, termasuk di Area 1 dan Area 10, sementara bedengan di Area 2 diperkaya dengan kohe atau kotoran hewan untuk meningkatkan media tanam.

Kolaborasi satgas, dinas, dan kelompok tani di Suryakancana

Pelaksanaan kegiatan tidak berdiri sendiri, melainkan mengandalkan koordinasi lintas unsur. Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana berperan mengarahkan dan memastikan tiap tahapan kerja berjalan sesuai rencana. Di lapangan, keterlibatan tim penggerak dan tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, serta Dinas Peternakan membantu menyesuaikan kebutuhan pengelolaan lahan dengan karakter area yang dikerjakan.

Kelompok Tani (Poktan) Suryakancana menjadi elemen penting karena mereka yang akan mengelola lanjutan setelah tahap penggarapan selesai. Dengan pembagian tugas yang jelas sejak awal, pekerjaan tidak menumpuk pada satu pihak saja. Model gotong royong seperti ini juga membuat pekerjaan lebih cepat terselesaikan, namun tetap terpantau karena ada penanggung jawab per area.

Pembagian kerja per area, dari pemeriksaan hingga penyiraman

Kegiatan diawali pemeriksaan kondisi lahan. Proses ini menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, apakah lahan perlu perataan lebih dulu, perlu pembentukan bedengan, atau perlu perlakuan tambahan pada media tanam. Setelah itu, anggota Poktan menerima pembagian tugas sesuai area masing-masing, sehingga pengerjaan berlangsung bertahap dan tidak saling mengganggu.

Selanjutnya, penyiraman dilakukan di Area 12, 13, 14, dan 15. Tahap ini menunjukkan bahwa fokus kegiatan bukan hanya pada pengolahan tanah, tetapi juga pada perawatan awal tanaman agar kondisi lahan tetap terjaga. Di area lain, penggarapan berlangsung mengikuti kebutuhan spesifik, termasuk pembentukan bedengan baru dan pengendalian tumbuhnya rumput liar agar tanaman utama bisa berkembang optimal.

Peran alat berat dan penguatan media tanam

Dua unit alat berat jenis beko dikerahkan untuk meratakan tanah. Masing-masing ditempatkan di Area 1 dan Area 10. Penggunaan alat berat pada titik tertentu biasanya diperlukan ketika kondisi permukaan lahan tidak rata atau membutuhkan penataan cepat agar proses berikutnya, seperti pembuatan bedengan dan penataan media tanam, bisa dilakukan lebih efisien.

Di Area 2, tim menebar kohe pada bedengan. Perlakuan ini bertujuan meningkatkan kualitas media tanam, karena kohe dapat membantu menyediakan unsur hara bagi tanaman jika dikelola dengan benar. Sementara itu, di Area 3, tim bersama Poktan membabat rumput sekaligus membuat bedengan baru. Langkah ini berfungsi ganda, mengurangi kompetisi tanaman pengganggu dan menyiapkan struktur tanam yang lebih rapi.

Koordinasi rutin agar setiap area siap dikelola

Perawatan lahan dinilai menjadi bagian krusial agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan. Perwakilan Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana, Kapt. Inf. Wawan, menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak berhenti pada pembabatan atau perataan tanah, melainkan memastikan seluruh area benar-benar siap dan terawat.

Menurut Kapt. Inf. Wawan, pengecekan dan pembagian tugas dilakukan secara rutin supaya setiap area memiliki penanganan yang jelas. Ia menekankan bahwa setiap kelompok memiliki tugas masing-masing sehingga pekerjaan dapat berjalan bersama dan hasilnya bisa dijaga. Penekanan pada rutinitas ini penting, karena pengelolaan lahan pertanian membutuhkan konsistensi, baik pada aspek kebersihan lahan, pengaturan air, maupun kesiapan media tanam.

Sinergi lintas sektor sebagai pengungkit produktivitas kawasan

Dalam pelaksanaan di Kabupaten Bogor, sinergi antara satgas, kelompok tani, dan perangkat daerah terkait menjadi kunci. Keterlibatan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan memberi dukungan pada aspek budidaya, sementara Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan memperkuat potensi pemanfaatan sumber daya pendukung di sekitar lahan, termasuk dalam pengelolaan unsur organik seperti kohe.

Rangkaian kegiatan yang dikerjakan secara gotong royong dan terkoordinasi diharapkan membuat kawasan tersebut semakin produktif dan mampu memberi manfaat nyata bagi ketahanan pangan daerah. Dengan penggarapan yang terarah, perawatan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif Poktan di lapangan, tiap area dapat disiapkan untuk dikelola secara optimal sesuai kebutuhan budidaya yang berlangsung setelah tahap pengolahan awal selesai.

x
x