google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Selain aktivitas pertanian, KWT Bersahaja juga terintegrasi dengan kegiatan pengelolaan sampah. Masyarakat mengumpulkan sampah yang kemudian diolah menjadi pupuk atau kompos.
“KWT kita saat ini kebetulan disiapkan untuk lomba Bogorku Bersih sebagai penunjang. Ada bank sampah, ada pengolahan sampah. Jadi kita lengkap, kompos keliling. Sampah-sampah dari masyarakat kita kumpulkan, kita olah menjadi pupuk,” ujarnya.
Lulut menyebut Kelurahan Kebon Pedes saat ini memiliki tiga KWT, yakni KWT Bersahaja, Wijaya Kusuma, dan Mekarsari.
Ia menilai KWT Bersahaja merupakan salah satu kelompok yang memiliki potensi untuk terus berkembang. Sebelumnya, KWT Wijaya Kusuma menjadi salah satu KWT unggulan yang kerap mendapat kunjungan sejumlah pejabat.
“Salah satu yang terbaik. Kalau kemarin yang terbaik KWT Wijaya Kusuma, yang selalu dikunjungi Pak Presiden, Pak Menteri. Kita mencoba dari KWT Wijaya Kusuma itu dikembangkan supaya yang lain bisa mengikuti,” tuturnya.
Pengembangan KWT tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kelurahan Kebon Pedes memperluas dampak program Bogorku Bersih. Lulut mengatakan keberhasilan yang telah dicapai di satu wilayah diharapkan dapat ditularkan ke lingkungan lainnya.


Tidak ada komentar