BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter, Perairan Selatan Jawa Barat Masuk Zona Waspada

Nelly Sipayung
4 Sep 2026 04:18
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM BOGOR– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan tersebut berlaku selama 4 hingga 7 September 2026, dengan sejumlah perairan di kawasan selatan Pulau Jawa, termasuk Samudra Hindia selatan Jawa Barat, menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian.

BMKG menyebut kondisi angin di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan tinggi gelombang laut.

Di wilayah utara ekuator Indonesia, angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 12–24 knot. Sementara di selatan ekuator Indonesia, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–30 knot.

Potensi angin dengan kecepatan tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa, serta Selat Makassar.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah, antara lain Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Seram, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Laut Arafuru.

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia.

Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Samudra Hindia selatan Jawa Barat menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam daftar wilayah dengan potensi gelombang tertinggi selama periode peringatan dini tersebut.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Nelayan dan operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi tersebut dapat membahayakan berbagai jenis kapal.

BMKG mencatat, risiko dapat meningkat bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan gelombang di atas 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko menghadapi kondisi berbahaya ketika kecepatan angin melebihi 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Untuk kapal ferry, kondisi berisiko terjadi apabila angin melampaui 21 knot dengan gelombang lebih dari 2,5 meter. Sedangkan kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu mewaspadai angin lebih dari 27 knot serta gelombang yang mencapai lebih dari 4 meter.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir, terutama di kawasan yang berpotensi dilanda gelombang tinggi, agar meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu bagi masyarakat dan para pelaku aktivitas kelautan juga diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di laut.

x
x