google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Makna mendalam itu kan tadi ada semacam reminder, pengingat kepada masyarakat Kota Bogor bahwa Kota Bogor ini dibangun berdasarkan rasa kebersamaan, rasa solidaritas yang tinggi. Kemudian juga harus memupuk kecintaan kepada lingkungan, kelestarian alam,” jelasnya.
Dedie juga mengapresiasi pencipta Hymne Kota Bogor, Rahmat Shabana, yang dinilai berhasil menciptakan lagu sesuai dengan karakter dan semangat Kota Bogor.
“Terima kasih kepada pencipta lagunya, Pak Rahmat Shabana, yang sudah mendedikasikan dan menciptakan lagu ini betul-betul sesuailah dengan jiwa Kota Bogor,” katanya.
Ia mengatakan, Hymne Kota Bogor rencananya juga akan dibawakan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Bogor Yantie Rachim mengatakan, sebelum adanya Hymne Kota Bogor, daerah tersebut belum memiliki lagu resmi yang secara khusus menjadi hymne kota.
Setelah dilakukan lomba cipta lagu yang berkaitan dengan Kota Bogor, akhirnya terpilih satu lagu yang kemudian ditetapkan sebagai Hymne Kota Bogor.
Menurut Yantie, sosialisasi Hymne Kota Bogor diawali dari lingkungan sekolah dengan tujuan membiasakan anak-anak mengenal dan menghafalkan lagu tersebut.
“Kami meyakini, melalui lagu, insyaallah akan menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap kota kelahiran mereka, yaitu Kota Bogor,” kata Yantie.
Ia menyebutkan, antusiasme peserta cukup tinggi meskipun persiapan lomba dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Sebanyak 86 sekolah mengikuti tahap awal lomba dengan mengirimkan video penampilan.
Dari seluruh peserta tersebut kemudian dilakukan proses seleksi hingga terpilih 21 peserta yang melaju ke babak berikutnya, terdiri dari perwakilan kategori SD, SMP, SMA, dan PKBM.


Tidak ada komentar