google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Menteri Keuangan diganti Prabowo, Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Abdul Halim
14 Sep 2026 10:00
Ekonomi 0 3
4 menit membaca

14 September bertepatan dengan tenggat yang disebut Purbaya

Kronologi inilah yang membuat pergantian pada 14 September menjadi perhatian. Purbaya sebelumnya menetapkan September sebagai batas waktu pembenahan Bea Cukai. Bahkan, pada Agustus, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyatakan berbagai upaya perbaikan telah dijalankan, termasuk penindakan terhadap rokok ilegal.

Dengan demikian, dua peristiwa terjadi pada bulan yang sama, yaitu tenggat pembenahan yang disebut Purbaya dan pergantian Menteri Keuangan pada 14 September. Namun, kedekatan waktu bukan bukti hubungan sebab-akibat. Hingga saat ini, tidak ada keterangan resmi dari Presiden maupun Istana yang menyatakan bahwa pencopotan Purbaya terkait langsung dengan agenda pembenahan Bea Cukai.

Agenda penerimaan pajak dan reformasi tidak otomatis berhenti

Pergantian Menteri Keuangan tidak menghapus pekerjaan yang sudah menjadi agenda di Kementerian Keuangan. Target penerimaan negara tetap harus dikejar, APBN tetap harus dijaga, dan reformasi perpajakan tetap membutuhkan pengawasan yang konsisten.

Bagi agenda pembenahan Bea Cukai yang sebelumnya menjadi perhatian Purbaya, pertanyaan yang muncul kini adalah kelanjutan arah kebijakan di bawah Suahasil. Publik menunggu langkah konkret yang akan diambil, apakah pendekatannya akan meneruskan pola yang sama atau justru ada penyesuaian strategi sesuai prioritas baru.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x