google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

PLN Pastikan Listrik di Jawa, Madura dan Bali Tidak Ada Pemadaman Bergilir, Ini Alasannya

Wahfidz Addiyansyah
25 Jun 2026 01:07
3 menit membaca

“Tren gangguan di transmisi saat ini akibat layang-layang. Banyak masyarakat yang bermain layang-layang di sekitar tower transmisi menggunakan kawat. Kawat ini dapat menyebabkan hubungan singkat antar fasa dan mengakibatkan gangguan meluas di wilayah Jawa Barat,” jelasnya.

Ia mengatakan penggunaan kawat maupun bahan konduktif seperti aluminium foil sangat berbahaya bagi sistem transmisi karena dapat memicu pemadaman dengan cakupan yang luas.

Karena itu, PLN mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain layang-layang menggunakan kawat dan menghindari area di sekitar jaringan transmisi.

“Kalau terjadi gangguan akibat layang-layang, dampaknya luar biasa. Pemadamannya bisa meluas karena berada di jaringan transmisi. Kami sering melakukan evakuasi dan pembersihan kawat layang-layang yang tersangkut di konduktor dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan petugas,” katanya.

Terkait pekerjaan perbaikan jaringan, Ali menjelaskan PLN memiliki metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) sehingga sebagian pekerjaan dapat dilakukan tanpa memadamkan aliran listrik.

“Ada beberapa kondisi yang dapat kami tangani dengan metode PDKB. Namun tidak semuanya bisa dilakukan dalam keadaan bertegangan. Jika berdasarkan analisis keselamatan memungkinkan, kami kerjakan dengan PDKB. Jika tidak memungkinkan, maka pekerjaan harus dilakukan secara offline atau dengan pemadaman,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x