UIKA Bogor Luncurkan Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi di Puncak Milad ke-65

Riky Iskandar
1 Agu 2026 13:49
News 0 68
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor memanfaatkan peringatan Milad ke-65 untuk meluncurkan Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi, sebuah gerakan sosial yang bertujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Kota Bogor.

Peluncuran program tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan Fun Day yang digelar Sabtu (1/8/2026).

Ribuan peserta yang terdiri atas alumni, sivitas akademika, hingga masyarakat umum memadati rute dari Balai Kota Bogor menuju Taman Ekspresi, Lapangan Sempur. Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UIKA (IKA UIKA) bersama pihak kampus itu juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan pengundian doorprize, termasuk lima tiket umrah gratis.

Ketua IKA UIKA Bogor, Safrudin Bima, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen alumni untuk mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mendukung penuh visi besar UIKA agar pemerataan pendidikan benar-benar terwujud. Bangku kuliah tidak boleh hanya milik orang kaya; anak siapa pun, dari latar belakang apa pun, berhak untuk sekolah,” ujar Safrudin.

Ia menilai kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Safrudin berharap Pemerintah Kota Bogor dapat ikut bersinergi sehingga semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., mengungkapkan hingga saat ini sudah terdapat 116 warga Kota Bogor yang mengajukan bantuan melalui Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi.

“Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada APBD atau anggaran pemerintah. Kita harus menggerakkan potensi masyarakat untuk saling merangkul dan membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu,” kata Prof. Mujahidin.

Menurutnya, bantuan pendidikan disalurkan melalui dua mekanisme, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi penerima yang memenuhi persyaratan pemerintah serta skema Orang Tua Asuh bagi calon mahasiswa yang belum terakomodasi program tersebut.

“Kapasitas dana saat ini memang masih fokus membebaskan biaya kuliah, belum mencakup biaya hidup. Yang terpenting, pintu bagi mereka untuk bisa berkuliah terbuka lebar terlebih dahulu,” tambahnya.

Selain meluncurkan program sosial, UIKA Bogor juga memperkenalkan UIKA Travel sebagai unit usaha baru yang akan melayani perjalanan umrah dan haji bagi masyarakat. Kehadiran layanan tersebut juga diproyeksikan mendukung pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional mahasiswa UIKA di Makkah dan Madinah.

Melalui rangkaian peringatan Milad ke-65 ini, UIKA Bogor berharap sinergi antara kampus, alumni, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan sosial di Kota Bogor.

x
x