google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kesehatan Kartinah di Parung Bogor, butuh bantuan obat dan perlengkapan kolostomi

Abdul Halim
26 Agu 2026 14:26
Kesehatan 0 15
3 menit membaca

Kartinah, janda asal Kampung Waru RT 06/04, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, tengah menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi akibat pembengkakan usus dan gangguan pada ovarium. Kondisinya saat ini menjadi perhatian warga setelah kisahnya diunggah melalui media sosial pada Rabu, 26 Agustus, memperlihatkan bahwa ia masih harus berbaring dan menjalani perawatan lanjutan di rumah.

Meski operasi disebut berjalan baik, Kartinah masih membutuhkan kantong kolostomi dan harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap minggu. Kebutuhan medis yang sifatnya berkelanjutan, ditambah biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat beban ekonomi keluarga semakin berat karena ia belum bisa kembali bekerja.

Kisah Kartinah, Janda di Parung Bogor yang Berjuang Pulih Pasca Operasi Pembengkakan Usus dan Ovarium

Pasca operasi, Kartinah masih bergantung pada kantong kolostomi

Dari informasi yang beredar, Kartinah kini berada dalam fase pemulihan yang belum selesai. Penggunaan kantong kolostomi menjadi bagian penting dari perawatan harian, karena berfungsi untuk membantu proses pembuangan setelah tindakan medis yang dijalaninya. Kondisi seperti ini umumnya tidak bisa diatasi hanya dengan sekali beli perlengkapan, melainkan memerlukan ketersediaan yang rutin dan konsisten.

Selain kantong kolostomi, Kartinah juga memerlukan obat-obatan dan perlengkapan pendukung lainnya agar perawatan tetap berjalan sesuai kebutuhan medis. Kontrol mingguan ke rumah sakit juga menambah komponen biaya, baik untuk transportasi maupun kebutuhan pendamping selama proses pemeriksaan.

Keterbatasan kerja memperparah kebutuhan biaya harian

Masalah utama yang menonjol bukan hanya pada proses pemulihan medisnya, tetapi juga pada kemampuan keluarga untuk menanggung biaya. Kondisi Kartinah saat ini belum memungkinkan untuk kembali bekerja, sehingga penghasilan yang biasanya menjadi penopang kebutuhan harian tidak lagi tersedia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x