google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Karhutla dekat IKN, Prabowo minta aset diperkuat, Seskab geser mikrofon

Abdul Halim
8 Sep 2026 08:00
Peristiwa 0 9
5 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin 7 September 2026, dengan fokus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan agar penanganan diprioritaskan dan aset pemadam diperkuat supaya api tidak merembet ke zona inti IKN.

Rapat yang membahas karhutla juga diisi laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Ia menyebut luas area terbakar di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur mencapai 458 hektare, termasuk kebutuhan dukungan operasi darat serta water bombing atau pengeboman air dari udara.

Prabowo Tekankan Karhutla Dekat IKN Jangan Sampai Masuk Zona Inti

Dalam arahan yang terekam potongan video dan kemudian beredar di media sosial, Prabowo meminta perhatian ekstra terhadap karhutla di wilayah sekitar IKN. Presiden juga mengingatkan agar kebakaran tidak sampai menjalar ke zona inti, yang menjadi bagian strategis dalam pengembangan kawasan tersebut.

Permintaan itu muncul setelah Suharyanto melaporkan kondisi di Bukit Soeharto. Fokus rapat diarahkan pada bagaimana mempercepat respons lapangan, memperluas cakupan pemadaman, serta mengatur kesiapsiagaan agar pergerakan api tidak melampaui batas yang dikhawatirkan bisa mengganggu wilayah kunci IKN.

Secara operasional, kombinasi satuan tugas darat dan dukungan udara dinilai menjadi kunci untuk menekan laju kebakaran. Langkah water bombing disebut menjadi salah satu bentuk penguatan agar pemadaman tidak hanya mengandalkan upaya di permukaan, terutama ketika titik api sulit dijangkau.

Laporan BNPB Sebut 458 Hektare Terbakar di Bukit Soeharto

Angka 458 hektare yang disebut dalam rapat memperlihatkan skala persoalan yang sedang ditangani di Kalimantan Timur. Dengan luas tersebut, tantangan utama biasanya berada pada pengendalian perimeter, pengurangan titik bara, serta mencegah kebakaran merembet melalui lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar.

Dalam rapat, penanganan dijelaskan tidak berhenti pada upaya pemadaman saja, tetapi juga menyangkut penguatan sumber daya. Presiden meminta agar ada pengerahan lebih serius untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran, terutama karena posisi kawasan yang terdampak berada di sekitar area pengembangan IKN.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x