Studi Tiru TP PKK Makassar ke Bogor, fokus inovasi dan tata kelola program

Abdul Halim
24 Sep 2026 16:03
Peristiwa 0 39
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar melakukan studi tiru ke Kota Bogor pada Kamis, 24 September 2026. Kunjungan ini dipimpin Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda, dan diterima Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, dengan pendampingan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rachmawati.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kualitas program kerja, mendorong inovasi, serta menata tata kelola organisasi TP PKK. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menilai Kota Bogor memiliki kemiripan dengan Makassar dari sisi kondisi sosial, ekonomi, dan sosiologi masyarakat, sehingga pertukaran praktik bisa relevan untuk kedua kota.

Studi tiru TP PKK Makassar ke Bogor pada 24 September 2026

Rombongan TP PKK Makassar datang ke Bogor untuk mempelajari pendekatan yang digunakan dalam penyusunan program, penguatan kapasitas pelaksana, hingga pengelolaan kegiatan yang menyentuh warga. Dalam forum pertemuan, Ketua TP PKK Makassar, Melinda, mengarahkan fokus pada bagaimana organisasi dapat bekerja lebih terukur, termasuk dalam merancang agenda yang mampu menjawab kebutuhan keluarga di lapangan.

Di sisi penerima, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menunjukkan kesiapan organisasi dalam berbagi pengalaman. Kehadiran DP3A Kota Bogor, Rachmawati, menegaskan keterkaitan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan program-program PKK, terutama yang menyasar pendampingan keluarga dan peningkatan kualitas hidup warga.

Alasan kemiripan sosial ekonomi jadi dasar pertukaran praktik

Dedie Rachim menyampaikan bahwa meski tiap kota memiliki karakteristik berbeda, sejumlah persoalan yang dihadapi memiliki kesamaan. Ia menyinggung isu sosial ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan sebagai area yang umumnya membutuhkan perhatian lintas program. Kemiripan ini membuat studi tiru tidak berhenti pada seremonial, melainkan membuka ruang pembelajaran yang lebih aplikatif.

Dalam konteks pengelolaan program kerja, kesamaan tantangan sering kali menjadi faktor kunci. Ketika masalah yang dihadapi relatif serupa, organisasi bisa lebih cepat menilai mana praktik yang dapat dipindahkan, mana yang perlu penyesuaian sesuai kondisi daerah. Dari sudut pandang tata kelola, proses ini juga membantu TP PKK menyusun langkah kerja yang lebih konsisten dari waktu ke waktu.

Belajar dua arah, Bogor juga mempelajari inovasi dari Makassar

Dedie Rachim juga menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak hanya satu arah. Ia menyebut bahwa selain Makassar yang berkunjung ke Bogor, Pemerintah Kota Bogor juga pernah belajar dari Kota Makassar. Hal ini, menurutnya, menjadi contoh nyata bahwa persahabatan antar daerah dapat diwujudkan melalui pertukaran inovasi, bukan sekadar kunjungan formal.

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa studi tiru diposisikan sebagai bagian dari strategi kolaborasi. Dengan pola saling belajar, TP PKK di kedua kota dapat memperkaya referensi program, sekaligus menjaga kesinambungan jejaring. Persoalan yang sama tidak selalu membutuhkan solusi yang sama, tetapi minimal ada pembanding yang bisa mempercepat pengambilan keputusan.

Dampak bagi warga, program PKK yang lebih terarah dan terukur

Bagi warga Kota Bogor, kegiatan seperti studi tiru biasanya berpengaruh pada kualitas layanan berbasis komunitas yang dikelola melalui ekosistem TP PKK. Ketika organisasi memperkuat tata kelola dan inovasi, dampaknya dapat terlihat pada bagaimana program pemberdayaan dijalankan, termasuk cara pendampingan, penyusunan kegiatan, serta penguatan jejaring dengan pihak terkait.

Perbaikan tata kelola juga berpotensi memengaruhi konsistensi pelaksanaan program. Misalnya, program yang sebelumnya berjalan dengan pola yang kurang seragam bisa ditata ulang agar lebih sesuai kebutuhan wilayah. Dengan begitu, warga mendapatkan program yang lebih terarah, sementara pelaksana di tingkat lapangan memiliki panduan yang lebih jelas.

Kolaborasi dan sinergi jadi fokus lanjutan kunjungan

Dedie Rachim menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor membuka ruang untuk memperkuat persahabatan melalui kolaborasi dan sinergi. Harapannya, kunjungan studi tiru ini memberi manfaat nyata bagi TP PKK Kota Bogor maupun TP PKK Kota Makassar, termasuk dalam pengembangan program kerja dan peningkatan kapasitas organisasi.

Harapan tersebut relevan karena studi tiru yang efektif umumnya tidak berhenti pada penyerapan informasi saat kunjungan berlangsung. Setelah proses pembelajaran, organisasi perlu menindaklanjuti dengan penyesuaian program, penyelarasan rencana kerja, serta evaluasi internal agar gagasan yang dipelajari bisa diterjemahkan menjadi kegiatan yang berdampak pada masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x