Kapolda Jabar Soroti Akar Kejahatan di Bogor: Tak Cukup Hanya Tangkap Pelaku

Nelly Sipayung
26 Sep 2026 00:29
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyoroti pentingnya penanganan kejahatan dari akar persoalan, bukan sekadar bertindak setelah sebuah tindak pidana terjadi.

Hal itu disampaikan Pipit saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Bogor, Kabupaten Bogor, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut sekaligus dirangkai dengan agenda salat Jumat keliling di wilayah Jawa Barat.

Pipit mengatakan, persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi salah satu perhatian utama yang harus ditangani jajaran kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polres Bogor yang memiliki cakupan wilayah luas.

Menurutnya, kejahatan tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang menjadi pemicu dan memengaruhi seseorang hingga akhirnya melakukan tindak pidana.

“Bagaimana menanggulangi kejahatan-kejahatan dari akar masalah, bukan hanya dari peristiwa-peristiwa,” kata Pipit kepada wartawan.

Ia menegaskan, dalam perspektif kriminologi, kejahatan tidak berdiri sendiri. Karena itu, polisi tidak bisa bekerja sendirian untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang menjadi pemicu tindak kriminal.

“Tidak semua faktor stimulus itu bisa diselesaikan oleh tugas-tugas polisi saja, tapi harus diselesaikan bersama-sama dengan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Dorong Pembinaan Pelajar
Selain persoalan kamtibmas, Pipit juga menyoroti pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

Ia menyebut kepolisian akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjalankan berbagai program, termasuk pembinaan terhadap pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA.

Program tersebut nantinya akan dikemas melalui berbagai kegiatan dan perlombaan yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda.

“Bagaimana kita membantu program-program pemerintah dengan membina mulai dari adik-adik SD, SMP, SMA dengan program-program yang nanti kami lombakan,” ungkapnya.

Menurut Pipit, pembinaan sejak usia sekolah menjadi salah satu bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau Human Capital Index di masa mendatang.

“Tujuannya agar ke depan kita memiliki generasi-generasi muda yang lebih baik lagi,” katanya.

Pipit juga menyinggung karakteristik Kabupaten Bogor sebagai wilayah penyangga ibu kota. Mobilitas masyarakat yang tinggi membuat persoalan hukum di wilayah Jawa Barat tidak selalu berkaitan dengan aktivitas warga yang bekerja di daerah tersebut.

Ia menjelaskan, seseorang bisa saja tinggal di Kabupaten Bogor namun bekerja di Jakarta. Begitu pula sebaliknya, sebuah perkara dapat memiliki keterkaitan dengan sejumlah wilayah berbeda.

Karena itu, dalam penegakan hukum, polisi harus melihat secara jelas lokasi dan waktu terjadinya tindak pidana atau locus delicti dan tempus delicti.

“Semua bisa dalam penegakan hukum ini fleksibel. Di mana locus delicti, tempus delicti-nya jelas, kita harus menyesuaikan,” ujar Pipit.

Puji Implementasi Program Jawara di Polres Bogor
Dalam kesempatan tersebut, Pipit juga memberikan perhatian terhadap implementasi program Jawara di jajaran Polres Bogor.

Ia menyebut Polres Bogor menjadi salah satu satuan wilayah yang dinilai mengimplementasikan program Jawara dengan baik.

Program Jawara merupakan bagian dari upaya menjaga dan merawat Jawa Barat melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang bersinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Pipit pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap jajaran kepolisian di Kabupaten Bogor.

“Polres Bogor ini salah satu yang mengimplementasikan program Jawara dengan baik, menjaga dan merawat Jawa Barat,” katanya.

Ia berharap implementasi program tersebut terus dioptimalkan sehingga kepolisian bersama masyarakat dapat menjaga keamanan sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial yang berpotensi menjadi pemicu gangguan kamtibmas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x