Bupati Bogor optimalkan lahan Bomang untuk integrated farming di koridor Bojonggede-Kemang

Abdul Halim
25 Sep 2026 12:38
Bogor 0 42
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau progres pembangunan koridor Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) sekaligus program integrated farming di area Bomang, Jumat, 25 September 2026. Fokusnya bukan hanya percepatan akses, tetapi juga optimalisasi lahan sepanjang koridor sekitar delapan kilometer yang sebelumnya kerap menjadi titik pembuangan sampah liar.

Menurut Rudy Susmanto, pengembangan koridor Bojonggede-Kemang dirancang bertahap, dengan target dua lajur jalan rampung pada 2026 dan pembangunan flyover menyusul pada 2027. Ia menekankan, selama tahapan konstruksi berjalan, lahan tidak boleh dibiarkan menganggur agar fungsi ekonominya tetap berjalan lewat pertanian terpadu atau integrated farming.

Koridor Bojonggede-Kemang sepanjang 8 kilometer, tahap jalan dan flyover

Rudy menjelaskan bahwa proyek pengembangan koridor sepanjang delapan kilometer dilakukan secara berjenjang. Tahap pertama adalah penyelesaian dua lajur jalan yang ditargetkan selesai pada tahun ini, sedangkan tahap berikutnya berupa pembangunan flyover pada 2027. Dengan pola itu, lahan sekitar koridor tetap mendapat perhatian agar tidak berubah lagi menjadi lahan tidur.

Ia menyebut program pengembangan koridor ini merupakan rencana yang sudah dipikirkan sejak puluhan tahun. Namun, eksekusinya kini dipercepat agar konektivitas kawasan bisa meningkat bertahap, terutama ketika dua lajur sudah tersambung penuh pada 2026 dan flyover mulai beroperasi pada 2027.

Lahan bekas sampah liar diubah jadi integrated farming

Di area Bomang, Rudy menyoroti kondisi lahan yang sempat menjadi langganan pembuangan sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pemerintah daerah berulang kali harus turun tangan membersihkan titik-titik tersebut, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih permanen, bukan sekadar penertiban sesaat.

Langkah yang ditempuh adalah mengolah lahan sepanjang koridor untuk kegiatan pertanian terpadu atau integrated farming. Dengan memanfaatkan lahan secara produktif, pemerintah berharap perilaku pembuangan sampah liar menurun karena area tidak dibiarkan kosong dan selalu ada aktivitas pengelolaan.

Kolaborasi dengan kelompok tani agar lahan tetap produktif

Rudy menegaskan bahwa Pemkab Bogor menggandeng warga sekitar dengan membentuk kelompok-kelompok tani untuk mengelola lahan. Skema ini membuat pengawasan sosial berjalan lebih baik karena warga terlibat langsung dalam pemanfaatan lahan.

Dalam peninjauan tersebut, Rudy menggambarkan tujuan programnya sederhana, yakni menghindari lahan menganggur yang berpotensi kembali dipakai untuk pembuangan sampah. Saat kegiatan pertanian berjalan, daerah lebih terawat dan potensi gangguan lingkungan bisa ditekan melalui rutinitas pengelolaan yang dilakukan masyarakat.

Uji coba integrated farming dipacu saat curah hujan dan pasokan air meningkat

Program pertanian terpadu di koridor Bojonggede-Kemang masih berstatus uji coba. Rudy menyampaikan bahwa intensifikasi dilakukan seiring meningkatnya curah hujan dan ketersediaan air di Kabupaten Bogor, sehingga pemanfaatan lahan bisa lebih optimal.

Ia juga mengaitkan waktu penguatan program dengan kondisi lapangan. Ketika hujan mulai turun dan air mengalir, pengelolaan lahan kembali dioptimalkan. Dengan begitu, integrated farming tidak berhenti di tahap percobaan, melainkan terus disesuaikan dengan kondisi musim dan kebutuhan pengairan.

Dampak pembangunan jalan: akses naik, kebisingan ikut bertambah

Rudy berharap pembangunan jalan baru di koridor Bojonggede-Kemang memberi manfaat yang tidak hanya berhenti pada peningkatan aksesibilitas warga. Ia menargetkan ada efek lanjutan bagi ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan lahan di sekitar proyek, terutama lewat program integrated farming yang mengubah area bermasalah menjadi ruang produktif.

Meski demikian, Rudy mengakui konsekuensi pembangunan tetap ada. Ia menyebut kebisingan kemungkinan meningkat seiring aktivitas konstruksi dan perubahan arus kendaraan. Namun, ia tetap menilai aksesibilitas masyarakat Bojonggede-Kemang akan terbantu, terutama ketika tahapan pembangunan selesai sesuai target jadwal yang ditetapkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x