Kolam Renang Lembah Kahuripan Tenjolaya Bogor, Tiket Rp5.000 ramai akhir pekan

Abdul Halim
30 Sep 2026 13:23
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kolam Renang Lembah Kahuripan di Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor menjadi pilihan wisata air murah yang banyak didatangi warga, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Tempat ini dikelola oleh Arif, warga setempat, yang mengubah empang kosong bekas ternak ikan menjadi kolam renang bernuansa alami.

Kolam renang ini menerapkan tarif masuk Rp5.000 per orang. Pembukaan untuk umum membuat jumlah pengunjung terus meningkat, dengan keramaian paling terasa pada Sabtu, Minggu, serta saat masa liburan, karena keluarga datang untuk berenang, bermain air, dan menikmati suasana pedesaan.

Awal mula empang menjadi destinasi renang warga

Sebelum dikenal sebagai tempat wisata, lokasi tersebut berupa empang kosong yang dulu dipakai untuk beternak ikan. Ketika kegiatan budidaya tidak lagi berjalan, area itu sempat terbengkalai. Namun, keberadaan air yang jernih membuat anak-anak di sekitar kerap datang untuk bermain dan mandi.

Melihat kebiasaan tersebut, Arif kemudian menangkap peluang untuk memberi fungsi yang lebih bermanfaat. Proses perubahan dilakukan bertahap, mulai dari penataan area kolam hingga pembenahan lingkungan agar pengunjung merasa lebih nyaman. Ia juga memanfaatkan kondisi alam yang sudah tersedia, khususnya sumber air di sekitar lokasi.

Air dari mata air jadi daya tarik utama

Yang paling menonjol di Kolam Renang Lembah Kahuripan adalah sumber airnya. Arif menyebut air kolam berasal langsung dari mata air, sehingga terasa sejuk dan tidak menimbulkan bau menyengat. Pengelola juga berupaya mempertahankan karakter alami air kolam.

Arif menambahkan bahwa pihaknya tidak memakai kaporit. Dengan pendekatan itu, air tetap terasa segar, dan pengunjung bisa menikmati pengalaman berenang yang berbeda dibanding kolam renang yang biasanya memakai perawatan kimia dengan aroma yang lebih kuat.

Tarif masuk Rp5.000, cocok untuk liburan keluarga

Harga tiket yang dipatok Rp5.000 per orang membuat kolam ini lebih mudah dijangkau oleh banyak kalangan, terutama warga sekitar Tapos II dan wilayah lain di Kecamatan Tenjolaya. Di hari libur, antrean pengunjung cenderung bertambah karena keluarga membawa anak-anak untuk bermain air.

Rina, salah satu pengunjung, memilih datang karena tarifnya terjangkau dan kondisi air terasa sejuk. Ia menilai suasana di lokasi masih alami, sehingga anak-anak lebih leluasa bermain. Rina juga menyebut salah satu alasannya adalah air tidak berbau kaporit.

Suasana pedesaan dan fasilitas sederhana

Kolam renang ini memang tidak tampil seperti tempat wisata modern dengan fasilitas serba lengkap. Meski begitu, kenyamanan tetap menjadi fokus pengelolaan, terutama lewat penataan area dan perhatian pada kebersihan. Lingkungan yang masih pedesaan turut menambah nilai, karena pengunjung bisa menikmati suasana asri saat beristirahat di sekitar kolam.

Bagi sebagian warga, format sederhana justru membuat tempat ini terasa “dekat” dan tidak berjarak. Anak-anak bisa bermain dengan aman di area yang disiapkan, sementara orang dewasa memperoleh ruang rekreasi tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

Pengelolaan berbasis masyarakat di Desa Tapos II

Keberadaan Kolam Renang Lembah Kahuripan tidak hanya soal tempat berlibur. Lokasi yang semula tidak terpakai kini berubah menjadi ruang aktivitas bersama untuk warga. Arif menyatakan pengembangan kolam ini bukan semata-mata mencari keuntungan, melainkan menyediakan alternatif rekreasi yang dekat dan murah.

Ia juga menekankan bahwa kenyamanan pengunjung, keamanan anak saat bermain, serta kebersihan area kolam menjadi hal yang terus dijaga. Dengan perhatian pada pengelolaan tersebut, daya tarik wisata lokal ini berpotensi makin kuat, terutama ketika ramai kunjungan pada akhir pekan menjadi indikator bahwa warga memberi respons positif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x