Ketua KONI Kabupaten Bogor: Jangan Terjebak Opini Negatif, Hormati Proses Hukum KPK

Nelly Sipayung
3 Sep 2026 00:30
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, menyerukan masyarakat agar tidak terjebak dalam penggiringan opini dan informasi yang belum terverifikasi terkait proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah berlangsung.

Di tengah derasnya berbagai informasi yang beredar, Arif menegaskan bahwa semua pihak harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, menghormati proses hukum, dan tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian sebelum adanya kepastian hukum.

“Kita harus mendukung dan wajib menghormati setiap proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Namun kita juga harus bijak dalam menerima semua informasi yang beredar serta tidak mudah tergiring oleh opini-opini negatif yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar Arif Rochmawan, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, langkah yang dilakukan lembaga penegak hukum harus dihormati sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada KPK untuk menjalankan proses hukum secara objektif dan profesional.

“Biarkan KPK menjalankan tugas dan kewenangan sesuai tupoksinya. Kita hormati setiap tahapan proses hukum dan jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum ada kepastian hukum,” tegasnya.

Arif mengatakan, masyarakat sebaiknya mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Proses hukum, kata dia, harus berjalan secara adil, transparan, profesional, dan proporsional.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak membangun maupun menyebarkan opini yang berpotensi mencederai prinsip keadilan dan merugikan pihak-pihak tertentu sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.

“Mari kita hindari opini-opini yang dapat mencederai prinsip keadilan dan merugikan pihak-pihak terkait sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap,” ucapnya.

Selain itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya upaya penggiringan opini negatif yang dapat memengaruhi kepercayaan publik.

Menurut Arif, situasi yang tidak kondusif akibat informasi yang belum terverifikasi pada akhirnya dapat berdampak terhadap keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

“Setiap informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan sebelum terverifikasi. Terlebih lagi, kita harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi proses hukum yang sedang berlangsung di Kabupaten Bogor,” katanya.

Arif menegaskan, sikap kritis terhadap informasi bukan berarti masyarakat harus menutup diri dari berbagai perkembangan yang terjadi. Namun, setiap informasi harus disikapi dengan mengedepankan fakta, proses verifikasi, serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Bogor tetap kondusif dan guyub.

Dengan suasana yang aman dan kondusif, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang serta terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan yang tengah berjalan.

“Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Bogor agar tetap kondusif, dengan mengedepankan fakta, verifikasi informasi, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” pungkas Arif.

 

x
x