Kota Bogor Matangkan Persiapan Porprov Jabar 2026

Riky Iskandar
30 Okt 2026 07:10
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Ribuan atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat akan meramaikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Kota Bogor. Sebagai salah satu daerah penyelenggara, Kota Hujan menyiapkan 28 cabang olahraga dengan dukungan sejumlah fasilitas pertandingan, terutama di kawasan GOR Pajajaran.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan sekitar 7.800 atlet dan official diperkirakan mengikuti pertandingan yang digelar di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 500 atlet merupakan bagian dari kontingen tuan rumah.

Anas menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar. Mulai dari penyiapan lokasi pertandingan, kelengkapan administrasi, hingga pemenuhan kebutuhan operasional terus dikoordinasikan.

“Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik,” ujar Anas, Jumat (30/10/2026).

Ia menyebutkan, terdapat 25 cabang olahraga (cabor) dan tiga anak cabor yang akan dipertandingkan di Kota Bogor. Kawasan GOR Pajajaran menjadi salah satu pusat kegiatan dengan sejumlah arena yang digunakan untuk pertandingan pentaque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.

Selain itu, beberapa pertandingan juga memanfaatkan fasilitas Gymnasium. Sementara cabang olahraga yang membutuhkan kondisi geografis maupun sarana khusus akan diselenggarakan di daerah lain.

Di antaranya, gantole di Majalengka, paralayang di kawasan Puncak, menembak di Cimahi, serta dayung di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena membutuhkan lokasi khusus,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan teknis, Kota Bogor telah menjalani penilaian oleh Technical Delegate (TD) KONI Jawa Barat. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu acuan bagi Dispora dalam memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat terpenuhi.

Selain itu, Kota Bogor juga telah lebih dahulu menyelesaikan sejumlah dokumen pendukung, mulai dari standar operasional prosedur (SOP) keolahragaan, SOP keuangan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kota Bogor bahkan sebelumnya dipercaya menjadi chief of the meeting.

“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.

Kendati kesiapan teknis terus dimatangkan, kebutuhan pembiayaan masih menjadi perhatian. Anas mengungkapkan, anggaran yang sebelumnya direncanakan sekitar Rp563 miliar mengalami penyesuaian menjadi Rp52 miliar.

Dalam prosesnya, kekurangan anggaran yang semula mencapai sekitar Rp8 miliar kini berhasil ditekan menjadi Rp2,8 miliar. Upaya tersebut dilakukan melalui penghematan sejumlah kebutuhan serta penjajakan kerja sama dengan sponsor.

“Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil,” tuturnya.

Di tengah penyesuaian tersebut, alokasi untuk sejumlah kebutuhan atlet justru mengalami peningkatan. Hibah pakaian PBD bagi cabang olahraga yang awalnya Rp500 juta bertambah menjadi lebih dari Rp1 miliar. Sedangkan anggaran kegiatan meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.

Sementara itu, pembenahan infrastruktur pendukung pertandingan juga menjadi bagian dari pekerjaan yang harus diselesaikan. Khususnya akses di sekitar arena panjat tebing (wall climbing) dan kawasan jalur Sungai Cisadane yang terdampak pekerjaan galian.

Anas menjelaskan, aktivitas pemasangan jalur trotoar menjadi salah satu penyebab kondisi sejumlah titik belum sepenuhnya tertata. Untuk itu, pihaknya akan memastikan area tersebut kembali diperbaiki sebelum pertandingan dimulai.

“Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai,” pungkasnya.

x
x