Belajar dari Tragedi Porprov Jateng, Pemkot Bogor Perketat Pengawasan Kesehatan Atlet

Riky Iskandar
2 Nov 2026 07:48
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Keselamatan atlet menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kesiapan layanan kesehatan pun diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi selama pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul insiden meninggalnya dua atlet dalam penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus mendapat perhatian serius, selain kesiapan venue dan kelancaran kompetisi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pihaknya telah membahas kesiapan tenaga medis bersama jajaran terkait. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor diminta memastikan seluruh atlet memperoleh penanganan cepat apabila mengalami cedera atau kondisi darurat.

Menurut Dedie, tanggung jawab pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian Pemkot Bogor, termasuk pada tiga cabang olahraga yang pelaksanaannya berlangsung di luar wilayah Kota Bogor.

“Ada atlet yang meninggal saat mengikuti Porprov Jateng. Tadi juga kita bahas kesiapan tim kesehatan kita. Jadi, meskipun ada tiga cabang olahraga yang diselenggarakan di luar Kota Bogor, tetap menjadi tanggung jawab Kota Bogor,” kata Dedie, Senin (2/11/2026).

Ia menekankan, kesiapan tim medis tidak boleh hanya sebatas pemenuhan kebutuhan selama pertandingan. Kecepatan dan ketepatan penanganan ketika terjadi insiden juga harus menjadi prioritas agar kondisi atlet tidak semakin memburuk.

“Saya minta Dinkes bersama seluruh tim yang dibentuk memastikan kalau terjadi sesuatu pada atlet, penanganannya bisa secepat-cepatnya. Itu sudah kita bahas dan insyaallah kita tekan semaksimal mungkin. Jangan sampai ada atlet yang cedera, apalagi sampai kehilangan nyawanya,” tegasnya.

Dedie berharap seluruh rangkaian Porprov XV Jabar 2026 dapat berlangsung aman tanpa insiden yang membahayakan keselamatan peserta. Ia juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi olahraga dengan jumlah peserta besar membutuhkan kesiapan menyeluruh, terutama dalam menghadapi kemungkinan kondisi darurat.

“Jadi, saya pikir mudah-mudahan tidak terjadi di Porprov ke-15 ini. Kita tentu ingin seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan para atlet bisa bertanding dengan aman,” pungkasnya.

x
x