google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dibuka September 2026, EIGER Nature Bogor Hadirkan Suspension Bridge hingga Forest Camp

Riky Iskandar
20 Agu 2026 12:13
News 0 31
3 menit membaca

Konsep itu kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yang meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Kerangka tersebut menjadi dasar dalam merancang kawasan sekaligus berbagai program dan pengalaman yang nantinya dinikmati pengunjung.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Selain pemberdayaan masyarakat, aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengembangan EIGER Nature.

EIGER mencatat telah menanam lebih dari 120.000 pohon dan sekitar 8 juta semak serta tanaman penutup tanah. Upaya tersebut dilengkapi dengan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga sistem pengelolaan sampah.

Komitmen keberlanjutan juga dirancang agar terus berjalan setelah destinasi beroperasi. EIGER Nature akan mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung program pelestarian alam, budaya, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah program konservasi, pengelolaan limbah, hingga gerakan 1 Ticket 1 Tree menjadi bagian dari komitmen tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x