
Kompetisi Liga Desa Kecamatan Citeureup 2026 segera digelar, dengan fokus pada pembinaan pesepak bola muda usia 16 tahun. Ajang yang berlangsung mulai 6 September 2026 hingga Februari 2027 ini menggunakan format kompetisi penuh atau sistem liga, dan dapat diikuti pemain yang berdomisili di 11 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Citeureup.
Persiapan menuju turnamen tersebut dilakukan melalui workshop bertajuk “Zero to Hero, Dari Rumput Desa Go to Profesional” pada 25 Agustus 2026 di Aula Housing PT Indocement Tunggal Prakarsa. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses awal yang diharapkan memberi arah pembinaan, sekaligus menyiapkan ekosistem kompetisi agar berjalan lebih tertib dan terukur.

Ketua Panitia Pelaksana Liga Desa Kecamatan Citeureup, Wawan Dermawan, menjelaskan workshop menjadi bukti keseriusan panitia dalam memberi dampak langsung bagi pesepak bola di wilayahnya. Menurutnya, pembekalan semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret agar para peserta memahami tujuan liga dan standar permainan yang ingin dibangun.
Wawan yang juga merupakan eks pemain Timnas Indonesia, menekankan bahwa Liga Desa 2026 dirancang sebagai jembatan antara aktivitas sepak bola di tingkat lokal dengan aspirasi yang lebih besar. Harapannya, peserta tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memperoleh pengetahuan, pola pikir, dan disiplin yang relevan saat mengikuti kompetisi yang lebih tinggi di kemudian hari.
Panitia menyebut Liga Desa Kecamatan Citeureup akan menggunakan sistem liga penuh, sehingga setiap tim memiliki kesempatan bertanding secara berkelanjutan sesuai jadwal kompetisi. Dengan format ini, konsistensi performa menjadi faktor penting, bukan hanya hasil di laga-laga tertentu.
Kompetisi diperuntukkan bagi pemain kelompok usia 16 tahun. Peserta berasal dari wilayah administrasi Kecamatan Citeureup, yakni 11 desa dan 2 kelurahan. Ketentuan domisili ini diharapkan menjaga karakter kompetisi sebagai ajang berbasis komunitas, sekaligus memperkuat rasa memiliki dari masyarakat setempat.

Wawan menyampaikan harapan agar ekosistem sepak bola di Citeureup kembali bergairah. Ia juga mengaitkan penyelenggaraan liga dengan upaya menekan persoalan sosial yang kerap muncul pada usia remaja, termasuk kenakalan remaja yang dinilai saat ini masih marak. Dalam pandangannya, kegiatan olahraga yang terstruktur dapat menjadi ruang positif bagi energi anak muda, sekaligus membentuk kebiasaan disiplin dan kerja sama.
Ia menilai, sepak bola yang dikelola dengan baik dapat memberi manfaat ganda. Di satu sisi, para pemain mendapatkan wadah untuk berkembang. Di sisi lain, liga menjadi aktivitas yang melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga, pengurus, hingga stakeholder lokal, sehingga pengawasan sosial terhadap perilaku remaja ikut terbentuk secara alami.
Liga Desa Kecamatan Citeureup diinisiasi oleh sekumpulan pemuda penggiat sepak bola, termasuk Dedi Baedillah yang akrab disapa Cakra, Dian Irawan, serta sejumlah mantan pemain profesional. Wawan menempatkan keterlibatan figur-figur berpengalaman sebagai nilai tambah, karena mereka dapat membantu memandu arah pembinaan, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding.
Menurut Wawan, tujuan besarnya adalah menghidupkan kembali tradisi prestasi sepak bola dari wilayah Citeureup. Ia mengingat masa ketika Citeureup menjadi kiblat kemajuan sepak bola, dengan banyak pemain yang kemudian berkiprah di liga profesional dan bahkan mengisi skuad Timnas Indonesia. Namun, ia menilai regenerasi pemain saat ini belum berjalan seperti yang diharapkan.
Melalui Liga Desa 2026, panitia ingin memastikan regenerasi pemain tidak berhenti pada wacana. Kompetisi usia dini dan remaja dapat menjadi jalur awal yang menumbuhkan bakat sejak dini, sekaligus membantu pemain belajar menghadapi tekanan pertandingan secara bertahap.
Wawan juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan liga, termasuk Dewan Pembina Liga Desa H Dedi Cakra Baedillah serta seluruh stakeholder di Kabupaten Bogor. Dukungan sponsor disebut berasal dari PT Indocement Tunggal Prakarsa, PT Puspa Bangun Perdana, bank BJB, Cimory, dan Apparel Avhtex. Dengan kombinasi dukungan itu, panitia berharap persiapan liga dapat berjalan rapi sampai jadwal pertandingan dimulai.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Liga Desa Kecamatan Citeureup 2026 tidak hanya menjadi ajang pencarian juara, tetapi juga proyek pembinaan yang menumbuhkan harapan baru bagi sepak bola lokal. Para pemain usia 16 tahun akan menjadi titik awal, sementara pembelajaran dari workshop diharapkan ikut membentuk cara pandang mereka untuk “naik kelas” melalui proses yang benar.

