google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Liga Desa Citeureup 2026 diikuti pemain usia 16 tahun, workshop digelar 25 Agustus

Abdul Halim
26 Agu 2026 09:14
Olahraga 0 19
4 menit membaca

Kompetisi Liga Desa Kecamatan Citeureup 2026 segera digelar, dengan fokus pada pembinaan pesepak bola muda usia 16 tahun. Ajang yang berlangsung mulai 6 September 2026 hingga Februari 2027 ini menggunakan format kompetisi penuh atau sistem liga, dan dapat diikuti pemain yang berdomisili di 11 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Citeureup.

Persiapan menuju turnamen tersebut dilakukan melalui workshop bertajuk “Zero to Hero, Dari Rumput Desa Go to Profesional” pada 25 Agustus 2026 di Aula Housing PT Indocement Tunggal Prakarsa. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses awal yang diharapkan memberi arah pembinaan, sekaligus menyiapkan ekosistem kompetisi agar berjalan lebih tertib dan terukur.

Siap Gelar Liga Desa Kecamatan Citeureup, Eks Pemain Timnas Indonesia Ingin Cetak Bintang Sepak Bola

Workshop “Zero to Hero” untuk bekal Liga Desa 2026

Ketua Panitia Pelaksana Liga Desa Kecamatan Citeureup, Wawan Dermawan, menjelaskan workshop menjadi bukti keseriusan panitia dalam memberi dampak langsung bagi pesepak bola di wilayahnya. Menurutnya, pembekalan semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret agar para peserta memahami tujuan liga dan standar permainan yang ingin dibangun.

Wawan yang juga merupakan eks pemain Timnas Indonesia, menekankan bahwa Liga Desa 2026 dirancang sebagai jembatan antara aktivitas sepak bola di tingkat lokal dengan aspirasi yang lebih besar. Harapannya, peserta tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memperoleh pengetahuan, pola pikir, dan disiplin yang relevan saat mengikuti kompetisi yang lebih tinggi di kemudian hari.

Format liga, peserta usia 16 tahun, dan cakupan wilayah

Panitia menyebut Liga Desa Kecamatan Citeureup akan menggunakan sistem liga penuh, sehingga setiap tim memiliki kesempatan bertanding secara berkelanjutan sesuai jadwal kompetisi. Dengan format ini, konsistensi performa menjadi faktor penting, bukan hanya hasil di laga-laga tertentu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x