google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Pemkab Bogor juga menilai peningkatan kelancaran lalu lintas akan berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi. Ketika akses menuju kawasan tertentu lebih efisien, perputaran orang dan barang cenderung lebih cepat, sehingga aktivitas harian tidak terlalu terganggu oleh antrean panjang.

Rencana underpass tidak hanya menyasar aspek rekayasa lalu lintas. Pemkab Bogor menempatkan proyek ini sebagai bagian dari penataan kawasan Simpang PDAM secara menyeluruh. Salah satu fokusnya adalah penataan jaringan utilitas di sepanjang ruas yang saat ini masih berada di atas jalan.
Ajat menyebutkan, kabel-kabel utilitas yang saat ini melintang di atas permukaan jalan akan ditata dengan sistem bawah tanah. Langkah ini diharapkan membuat kawasan Jalan Raya Tegar Beriman lebih rapi, sekaligus mengurangi potensi gangguan terhadap jaringan utilitas yang dapat timbul ketika terjadi pekerjaan jalan atau perubahan arus kendaraan.
Dari sisi keamanan, pemindahan utilitas ke bawah tanah dapat menekan risiko yang terkait dengan penempatan jaringan di permukaan, misalnya gangguan fisik atau kerusakan yang berdampak pada layanan utilitas. Dari sisi estetika, penataan semacam ini biasanya juga membuat ruang kota terlihat lebih tertata, terutama pada koridor yang menjadi pintu masuk ke area aktivitas publik.
Ajat menegaskan pembangunan underpass direncanakan sebagai program strategis Pemkab Bogor pada 2027. Penetapan tahun target penting karena proyek semacam ini umumnya membutuhkan tahapan panjang, mulai dari penyiapan desain, pengaturan lalu lintas sementara, hingga koordinasi teknis terkait utilitas yang ada.


Tidak ada komentar