google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kampung Ramah Lingkungan KRL Jabon Lestari Parung Bogor kelola sampah jadi produk bernilai

Abdul Halim
28 Agu 2026 13:38
Bogor 0 25
4 menit membaca

Bangunan yang terbentuk juga dipakai sebagai galeri daur ulang. Artinya, hasil pengolahan limbah tidak hanya disimpan, melainkan dipertontonkan dan dijadikan media belajar. Ade menegaskan upaya berikutnya juga diarahkan pada skala yang lebih besar, dengan target pengumpulan botol bekas yang lebih banyak agar rencana pembangunan gedung kesenian dapat terealisasi.

Sampah organik diolah jadi kompos, pupuk, dan pakan

Selain anorganik, KRL Jabon Lestari mengelola sampah organik rumah tangga melalui beberapa produk turunan. Sampah organik diarahkan untuk membuat kompos padat dan kompos cair, pupuk cair, serta pemanfaatan maggot. Skema ini membuat pengolahan sampah lebih lengkap, karena tidak hanya menghasilkan pupuk, tetapi juga mendukung rantai pakan untuk pemeliharaan hewan.

Ade menyebutkan bahwa maggot dapat digunakan sebagai pakan ayam kampung dan lele. Pada akhirnya, tujuan akhirnya terhubung dengan ketahanan pangan, karena hasil pengolahan sampah organik dapat membantu ketersediaan input untuk kegiatan budidaya maupun kebutuhan rumah tangga. Dengan pendekatan seperti ini, kampung tidak hanya fokus pada aspek kebersihan, tetapi juga pada keberlanjutan produksi pangan di tingkat komunitas.

Kampung edukasi dan pemberdayaan warga sebagai daya tarik

Keberhasilan KRL Jabon Lestari tidak berhenti pada teknologi pengolahan sampah. Ada unsur pemberdayaan masyarakat yang membuat kampung ini mampu menarik banyak orang untuk datang dan belajar. Ade menjelaskan bahwa kampung ini menjadi ruang edukasi bagi pelajar, keluarga, dan komunitas pecinta alam, sekaligus tempat praktik dan pengenalan cara mengolah limbah menjadi produk.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x